Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Breaking News! Penutupan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Tinggal 5 Hari Lagi

breaking-news!-penutupan-penyeberangan-ketapang–gilimanuk-tinggal-5-hari-lagi
Breaking News! Penutupan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Tinggal 5 Hari Lagi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hitung mundur penutupan layanan penyeberangan laut di jalur utama Jawa–Bali resmi dimulai.

Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi 2026, operasional kapal ferry di lintasan Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk akan dihentikan sementara selama beberapa hari.

Kebijakan ini dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian, tradisi sakral yang dijalankan umat Hindu di Bali saat Nyepi.

Penghentian operasional penyeberangan diumumkan oleh ASDP Indonesia Ferry dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Maret 2026.

Hitung Mundur Penutupan Ketapang–Gilimanuk

Berdasarkan jadwal resmi, operasional penyeberangan di wilayah Jawa akan dihentikan lebih awal.

Untuk lintasan dari Banyuwangi menuju Bali, layanan di Pelabuhan Ketapang akan ditutup mulai:

  • Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB
  • Dibuka kembali pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB

Sementara itu, di sisi Bali, operasional di Pelabuhan Gilimanuk akan dihentikan mulai:

  • Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA
  • Dibuka kembali Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA

Dengan jadwal tersebut, masyarakat yang berencana melakukan perjalanan lintas Jawa–Bali diminta memperhatikan waktu penutupan agar tidak tertahan di area pelabuhan.

Beberapa Pelabuhan Bali dan NTB Juga Ditutup

Selain lintasan utama Ketapang–Gilimanuk, penghentian operasional sementara juga berlaku di sejumlah pelabuhan lain yang melayani rute Bali dan Nusa Tenggara.

Beberapa pelabuhan yang ikut ditutup antara lain:

  • Pelabuhan Lembar
    • Ditutup 18 Maret 2026 pukul 21.00 WITA
    • Dibuka kembali 20 Maret 2026 pukul 01.30 WITA
  • Pelabuhan Padangbai
    • Ditutup 19 Maret 2026 pukul 04.00 WITA
    • Dibuka kembali 20 Maret 2026 pukul 11.30 WITA

Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian layanan transportasi nasional dengan pelaksanaan Nyepi di Bali.

Transportasi Harus Selaras dengan Nilai Budaya


Page 2

Daihatsu Perkuat Layanan After Sales

Daihatsu Perkuat Layanan After Sales

Kamis, 12 Maret 2026 | 14:56 WIB


Page 3

Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menjelaskan bahwa penghentian sementara layanan penyeberangan dilakukan berdasarkan pengaturan operasional transportasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai budaya dan keagamaan masyarakat Bali.

“Transportasi nasional tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga harus berjalan selaras dengan nilai religi, budaya, serta kearifan lokal masyarakat,” ujar Windy, Kamis (12/3/2026).

Berdekatan dengan Arus Mudik Lebaran

Penutupan layanan penyeberangan tahun ini menjadi perhatian khusus pemerintah karena waktunya berdekatan dengan periode angkutan Lebaran 2026.

Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat, terutama di jalur penyeberangan Jawa–Bali.

Karena itu pemerintah telah menyiapkan berbagai skema pengaturan lalu lintas selama periode 13 hingga 29 Maret 2026.

Pemerintah Siapkan Rute Alternatif

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, sejumlah langkah strategis telah disiapkan.

Beberapa di antaranya:

  • Optimalisasi dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang–Gilimanuk
  • Pengoperasian rute alternatif dari Pelabuhan Tanjung Wangi menuju Pelabuhan Gilimas
  • Pengoperasian lintasan dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Lembar

Langkah tersebut bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tidak menumpuk di lintasan utama.

“Upaya ini dilakukan agar arus kendaraan tetap terkendali, aman, dan lancar selama periode padat mobilitas masyarakat,” jelas Windy.

Sistem Delaying dan Geofencing Diterapkan

Selain pengalihan rute, pemerintah juga akan menerapkan sistem delaying atau penundaan kendaraan.

Kendaraan akan diarahkan ke sejumlah buffer zone di jalur tol maupun non-tol menuju pelabuhan.