Bupati Tabanan dan Walikota Tebing Tinggi yang Kepincut Pendopo Banyuwangi

  • Bagikan

BANYUWANGI – Wali Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara Umar Zunaidi Hasibuan dan Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi selama dua hari, (15-16/10/2018). Kedua kepala daerah tersebut mengaku terpesona pada bangunan Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi.

Kekaguman tersebut dilontarkan mereka saat bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Banyuwangi, Senin malam (15/10). Saat tiba di Pendopo, mereka disambut hangat oleh Bupati Anas.

Mereka diajak berkeliling areal pendopo yang dibangun dengan konsep green building. Mereka diajak melihat mushola kayu yang artistik, guest house bunker, hingga Rumah Using (suku lokal setempat) yang ada di halaman belakang Pendopo.

“Tak salah bila Bu Megawati (Presiden ke-5 RI – red) dulu pernah menyuruh saya main ke Pendopo Banyuwangi. Ternyata memang asri, dan menyenangkan bangunannya,” kata Bupati Eka.

Menurut Eka, pendopo Banyuwangi ini desainnya sangat artistik. Bahkan di malam hari, menimbulkan kesan romantis di mana ada lampu hias yang bergelantungan di halaman belakang.

“Saya merasa ada di lokasi wedding party. Ternyata Bu Mega tidak salah meminta saya ke mari,” cetus Eka.

Pendopo Banyuwangi ini didesain oleh arsitek nasional Adi Purnomo. Ciri khas pendopo Banyuwangi adalah hamparan hijau dari rumput dan pohon yang ada di dalamnya. Yang paling menarik, adalah bukit rumput miring “Teletubbies”. Bukit itu sejatinya atap dari guest house yang berada di bawahnya.

Guest housenya pun dirancang hemat energi. Karena pencahayaan kamarnya saat siang memanfaatkan pancaran sinar matahari.

Wali Kota Umar juga mengaku terkesan dengan pendopo. “Tidak heran bila Banyuwangi menjadikan pendopo sebagai salah satu destinasi wisata. Bagus. Siapapun yang kemari pasti akan ngomong yang sama dengan saya,” kata Umar yang berkunjung ke Banyuwangi dalam rangka benchmarking masalah pengelolaan keuangan daerah.

Apalagi, kata Umar, di pendopo ini juga terdapat Sumur Sritanjung yang menjadi salah satu legenda asal muasal Banyuwangi. “Paket lengkap bagi wisatawan yang kemari,” kata Umar.

Sementara itu Bupati Anas mangatakan bahwa pembangunan gedung dan fasilitas publik di Banyuwangi dibangun dengan melibatkan arsitek.

“Kami ingin bangunan di Banyuwangi ini timeless, makanya kami melibatkan arsitek. Selain itu, kami memang mengedepankan konsep bangunan hijau untuk ruang publik,” katanya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: