sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kemacetan parah yang sempat melumpuhkan jalur utara menuju Pelabuhan Tanjungwangi mulai terurai pada Minggu malam (22/2).
Meski demikian, potensi kepadatan masih membayangi, terutama jika jumlah kapal yang beroperasi kembali berkurang di lintasan penyeberangan Tanjungwangi–Gili Mas.
Pantauan di lapangan, Senin (23/2), arus lalu lintas di sekitar pelabuhan sudah relatif lancar. Truk-truk logistik memang masih tampak terparkir di sejumlah titik badan jalan.
Namun kendaraan dari dua arah sudah bisa melintas tanpa sistem buka tutup seperti dua hari sebelumnya.
Kasatlantas Polresta Banyuwangi, AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady, menyebut kelancaran arus sangat bergantung pada normalnya operasional kapal.
“Sudah mulai lancar sejak pagi. Yang terpenting kapal yang beroperasi bisa kembali normal, jadi tidak ada antrean di luar,” ujarnya.
Sebelumnya, petugas dari Dinas Perhubungan bersama Satlantas terpaksa menerapkan sistem buka tutup akibat antrean panjang truk logistik yang mengular hingga jalur utama.
Dua Faktor Pemicu Kemacetan Tanjungwangi
Dari informasi yang dihimpun, terdapat dua faktor utama penyebab kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Tanjungwangi.
Pertama, berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi sehingga memicu antrean kendaraan, terutama truk logistik yang hendak menyeberang ke Gili Mas, Lombok.
Kedua, sistem pembayaran tiket yang masih dilakukan secara offline. Berbeda dengan sistem di Pelabuhan ASDP Ketapang yang sudah menerapkan pembayaran online, tiket lintasan Tanjungwangi–Gili Mas masih dibeli melalui agen secara langsung.
Mayoritas truk dari arah utara harus masuk ke Ruang Tunggu Kendaraan (RTK) di depan kantor PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk membeli tiket.
Proses ini mengharuskan truk menyeberang jalan utama dua kali—saat masuk ke RTK dan ketika menuju area pelabuhan—yang akhirnya memicu perlambatan arus.
Page 2
Page 3
“Truk dari utara harus masuk dulu ke RTK, saat masuk ini biasanya menimbulkan kepadatan. Karena truk harus menyeberang jalan. Kemudian dari RTK masuk ke pelabuhan juga menyeberang jalan, dan akhirnya kembali menimbulkan kepadatan. Ini yang membuat jalur macet,” ujar Rofik, salah seorang kernet truk.
Kondisi tersebut diperparah ketika jumlah kendaraan yang datang tidak sebanding dengan kapasitas kapal yang tersedia.
Penambahan Tiga Kapal, Antrean Mulai Normal
General Manager PT Pelindo Tanjungwangi, Eko Budyasmoro, memastikan kondisi saat ini jauh lebih terkendali. Tiga armada kapal yang melayani rute Tanjungwangi–Gili Mas telah kembali beroperasi.
Ketiganya adalah KMP Mutiara Sentosa III, KMP Mutiara Barat, dan KMP Mutiara Ferindo.
“Kondisi saat ini sudah jauh lebih baik. Dari pantauan CCTV hari ini, area dalam pelabuhan mulai kosong. Penambahan kapal ini langsung berdampak,” kata Eko.
Ia menjelaskan, kemacetan sebelumnya dipicu oleh kendala operasional beberapa kapal yang tidak beroperasi selama beberapa hari.
Ketika satu kapal kembali masuk lintasan pada Minggu (22/2), distribusi kendaraan langsung bergerak lebih cepat.
“Kapal sudah bertambah, jadi distribusi muatan lebih lancar. Mudah-mudahan jadwal bisa konsisten ke depan,” terangnya.
Penambahan armada dinilai menjadi solusi paling efektif dalam mengurai antrean, khususnya untuk truk logistik yang membawa kebutuhan pokok dan material industri.
Opsi Kantong Parkir dan Antisipasi Mudik
Terkait persoalan kantong parkir, Pelindo tengah menyiapkan opsi membuka kembali RTK di depan kantor mereka sebagai buffer zone kendaraan. Namun hingga kini lokasi tersebut belum sepenuhnya siap digunakan.
“Kita berharap lokasi itu bisa berfungsi sebelum hari raya,” tandas Eko.
Selain itu, pihaknya juga mendorong agar empat kapal dapat beroperasi penuh di rute Tanjungwangi–Gili Mas sebelum musim mudik tiba. Saat ini satu kapal masih menunggu selesai docking.
Langkah antisipatif ini penting mengingat lintasan Tanjungwangi–Gili Mas merupakan salah satu jalur distribusi logistik strategis yang menghubungkan Jawa dan Nusa Tenggara.








