Cari Ide Pengembangan Sektor Ekonomi Baru, BI Jawa Barat Bawa Pejabat Daerah ke Banyuwangi

0
182
Foto: banyuwangikab

BANYUWANGI – Keberhasilan Pemkab Banyuwangi menjadikan daerahnya sebagai tujuan wisata nasional, mendorong banyak pihak untuk mempelajari praktik pelaksanaannya, salah satunya adalah Bank Indonesia (BI) Jawa Barat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari banyuwangikab, BI Jawa Barat membawa ratusan pejabat di Provinsi Jawa Barat untuk sharing pengembangan pariwisata Banyuwangi. Rombongan dipimpin Kepala BI Jabar, Dony P Joewono. Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Sekretaris Daerah Sumedang dan puluhan kepala dinas dari kabupaten/kota di Jabar ikut dalam rombongan.

Saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Dony menjelaskan bahwa Jawa Barat kini tengah mencari sektor pertumbuhan ekonomi baru yang bisa menopang daerahnya.

“Mengingat, sektor manufaktur yang selama ini menjadi andalan Jawa Barat sedang mengalami perlambatan,” ungkap Dony Jumat (19/7/2019) malam.

Menurutnya, selama ini 43 persen pertumbuhan ekonomi Jawa Barat didapat dari manufaktur yang 90 persen di antaranya diekspor.

“Tapi sayang, negara yang menjadi tujuan ekspor saat ini ekonominya sedang lesu, dan akhirnya ini sangat berpengaruh bagi kami,” ujar Dony.

“Untuk itu, Jawa Barat tidak bisa lagi menggantungkan diri dari manufaktur sehingga harus mencari sumber pertumbuhan baru,” imbuhnya.

Salah satu yang dibidik Jawa Barat saat ini adalah sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dan Jawa Barat merasa perlu mengejar sektor ini untuk meningkatkan perekonomian daerahnya.

“Untuk itulah kami datang ke Banyuwangi ingin belajar banyak bagaimana Banyuwangi mengakselerasi dua sektor itu,” kata Dony.

“Kami melihat di Banyuwangi atraksinya ditata dengan baik, dan melibatkan banyak warga. Penduduknya juga dikenal ramah wisatawan sehingga kami ingin mengetahui resepnya,” tuturnya.

Hal itu juga diungkapkan Walikota Fahmi, yang sengaja datang ke Banyuwangi untuk bisa sharing banyak hal.

“Saya ingin mendapat informasi langsung bagaimana Banyuwangi melakukan banyak hal. Kalau diajak BI ke daerah lain mungkin saya tidak ikut, tapi khusus ke Banyuwangi saya langsung iyakan,” ujar Fahmi.

Salah satu yang ingin dipelajari Fahmi adalah bagaimana Banyuwangi bisa mengolaborasikan sinergi pentahelix abcgm (akademisi, bisnis, community, government, dan media).

“Yang unik menurut kami dari Banyuwangi adalah bagaimana bisa berkolaborasi secara pentahelix, kami butuh sharing masalah itu,” kata Fahmi.

Sementara itu, Bupati Anas menjelaskan bahwa pariwisata telah ditetapkan menjadi prioritas pembangunan di Banyuwangi. Selain menjalankan program wajib seperti sektor pendidikan dan kesehatan.

“Atraksi yang dibuat pemkab dibalut dalam kemasan Banyuwangi Festival (B-Fest), yang digelar sejak 2012,” kata Bupati Anas.

“Ini bukan sekedar sebagai agenda wisata, tapi adalah cara Banyuwangi melakukan konsolidasi di bidang budaya, infrastruktur, masyarakat dan ekonomi,” tuturnya.

Bupati Anas mengaku, dalam mengerjakan event B-Fest, pemerintah daerah mengerjakannya tanpa event organizer. Birokrat, masyarakat, swasta, hingga TNI/Polri terlibat di setiap pelaksanaan.

“Secara tidak langsung semuanya bergotong royong menyukseskan event, yang akhirnya menjadi modal sosial yang kuat di Banyuwangi,” ungkapnya.

Menurut Bupati Anas, dengan warga dilibatkan maka warga secara tidak langsung belajar menciptakan event yang bisa menarik wisatawan.

“Ini adalah bentuk transfer knowledge untuk warga dalam membuat event yang kreatif. Dengan datangnya wisatawan, tentunya berdampak pada menggeliatnya ekonomi warga setempat,” jelasnya.

“Banyak hal baik dan bermanfaat yang kami dapatkan dalam menggarap event B-Fest. Budaya kami juga terus tumbuh dan terpelihara karena separuh lebih adalah event tradisi dan budaya,” pungkas Bupati Anas.

Loading...

There were no listings found.