Banyuwangi, Jurnalnews.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, memicu kepanikan warga dan nelayan. Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat sejumlah perahu nelayan yang ditambatkan di bibir pantai terseret arus hingga berpindah lokasi. Lebih mengkhawatirkan lagi, seorang nelayan dilaporkan belum dapat pulang usai melaut karena kondisi cuaca yang memburuk.
Kecemasan menyelimuti keluarga Supadli (48), nelayan asal Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo. Pria yang sehari-hari melaut seorang diri itu hingga Rabu (21/1/2026) belum kembali ke rumah. Istri Supdli, Mariani (42), warga RT 3 RW 3 Dusun Kebunrejo, tampak gelisah menanti kabar suaminya di tepi pantai Naga Trebungan.
Mariani mengungkapkan, terakhir kali dirinya berkomunikasi dengan sang suami terjadi pada Selasa malam. Dalam sambungan telepon itu, Supadli mengabarkan berada di sekitar perairan Merak dan memutuskan tidak pulang karena mesin perahunya tidak kuat melawan terjangan angin kencang.
“Semalam suami saya telepon, katanya cuaca sangat buruk. Mesin perahu tidak kuat melawan angin, jadi dia terpaksa bertahan di laut,” ujar Mariani pada Jurnalnews
Menurut Mariani, Supadli memang terbiasa melaut seorang diri. Biasanya ia berangkat sekitar pukul 16.00 WIB dan kembali keesokan paginya sekitar pukul 08.00 WIB. Namun kali ini, jadwal tersebut terlewati tanpa kabar kepastian, menambah kekhawatiran keluarga.
Saat ini, pihak keluarga dibantu warga setempat telah berupaya melakukan penjemputan ke lokasi terakhir yang diinformasikan Supadli. Tiga orang keluarga dilaporkan menyusuri perairan untuk mencari keberadaannya. Namun hingga berita ini diturunkan, Supadli belum juga ditemukan, sementara istrinya masih setia menunggu di pinggir pantai dengan harap cemas.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi para nelayan agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi di wilayah pesisir Banyuwangi. Warga berharap, Supdli segera ditemukan dalam keadaan selamat. (Venus Hadi)








