Banyuwangi, Jurnalnews.com – Memasuki pertengahan bulan Ramadhan, suasana Pasar Galekan di Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mulai tampak lebih hidup. Tradisi tahunan menjelang Hari Raya Idulfitri membuat pasar ini kembali bergeliat dengan hadirnya pedagang musiman yang menjajakan berbagai kebutuhan lebaran.
Mulai dari pedagang pakaian, sandal, perlengkapan ibadah hingga aneka kue khas lebaran, memenuhi area pasar. Tidak hanya pedagang yang memiliki kios permanen, sejumlah pedagang dadakan juga ikut meramaikan suasana dengan membuka lapak di berbagai sudut pasar. Aktivitas jual beli pun tidak hanya berlangsung pada siang hari, tetapi juga hingga malam hari.
Pantauan Jurnalnews di lokasi pada Jumat malam (6/3/2026), para pedagang terlihat sibuk menata barang dagangannya sambil menawarkan kepada para pengunjung yang melintas di depan lapak mereka. Tradisi membuka lapak hingga malam hari memang menjadi kebiasaan para pedagang saat Ramadhan memasuki pertengahan bulan, ketika masyarakat mulai berburu kebutuhan untuk menyambut lebaran.
Namun, tahun ini para pedagang juga dihadapkan pada tantangan cuaca. Musim hujan yang masih sering turun membuat mereka berharap kondisi alam lebih bersahabat agar aktivitas jual beli tetap berjalan lancar.
Salah satunya diungkapkan Azizah (43), pedagang kue lebaran yang juga menjual buah-buahan. Ia berharap hujan tidak turun pada malam hari karena dapat mengurangi jumlah pembeli yang datang ke pasar.
“Kalau hujan, semoga siang saja. Kalau malam hujan, biasanya orang malas datang ke pasar. Padahal malam hari itu waktu ramai pembeli,” ujarnya.
Azizah mengaku telah membuka lapaknya lebih awal dibanding pedagang lain. Ia bahkan sudah mulai berjualan sejak beberapa hari lalu.
“Alhamdulillah saya buka lebih dulu dari yang lain. Hasilnya lumayan. Tapi beberapa hari ini tiap sore hujan. Kalau cuaca bagus dan dagangan lancar, mungkin sebelum lebaran sudah habis,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan Mohammad Farhan (27), pedagang pakaian dan perlengkapan ibadah di tengah pasar. Ia mengaku sudah membuka lapaknya sejak akhir pekan lalu untuk memanfaatkan momentum Ramadhan.
“Saya mulai buka duluan dari teman-teman, sejak malam Minggu kemarin. Tapi belum full seharian. Biasanya jam dua siang tutup, habis magrib buka lagi sampai malam,” jelasnya.
Farhan bahkan berencana membuka lapaknya secara penuh hingga menjelang malam takbiran. Untuk itu, ia sedang mencari tambahan karyawan agar aktivitas jual beli bisa berlangsung lebih maksimal.
“Rencananya nanti buka full sampai malam takbiran. Makanya sekarang sedang cari karyawan supaya bisa melayani pembeli lebih maksimal,” tambahnya.
Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idulfitri, para pedagang berharap cuaca tetap bersahabat dan jumlah pengunjung terus meningkat, sehingga Pasar Galekan kembali menjadi pusat perputaran ekonomi warga yang membawa berkah Ramadhan bagi para pedagang kecil. (Venus Hadi)







