Dipakai Berkumur, Gigi Langsung Tergerus

0
581

dipakaiBerkunjung ke Gunung Ijen tak hanya bisa menikmati keindahan kawah di pagi hari, dan blue flame di malam hari. Di lokasi tersebut ternyata juga terdapat beberapa titik wisata yang cukup menarik. CUACA di kawasan Paltuding tampak mendung pagi itu.

Sejumlah wisatawan terlihat sudah mulai berkumpul di warung dan tempat istirahat yang disediakan di sekitar lereng Gunung Ijen. Beberapa penambang belerang mulai berdatangan dari puncak gunung. Wisatawan asing yang menunggang mobil juga sudah banyak yang  berda tangan. Mereka umumnya naik ke Gunung Ijen melalui jalur barat, atau dari Kabupaten Bondowoso. “Kalau ke Gunung Ijen, tujuan  utamanya ya melihat kawah,” cetus Bambang Heri Purwanto, petugas Pusat Vulkanologi  dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang ngepos di Gunung Ijen.

Kawah Ijen memang sudah di kenal hingga mancanegara. Setiap hari, belasan hingga puluhan turis asing datang ke Gunung Ijen. Meski petugas sudah memasang papan larangan pen dakian dan mengingatkan bahaya karena Gunung Ijen berstatus siaga (level III), tapi semua itu tidak digubris. “Keindahan kawah Ijen telah melupakan bahayanya,” katanya Gunung Ijen oleh Pemkab Banyuwangi telah ditetapkan sebagai tiga berlian wisata Bumi Blambangan. Dua wisata lain adalah Pantai Plengkung di Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, dan Pantai Sukamade di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Keindahan Gunung Ijen memang cukup menakjubkan. Apalagi, bila menuju Ijen melalui jalur barat. Sekitar lima kilo meter dari Paltuding ada panorama alam yang cukup menakjubkan. Sepanjang per jalanan, di kiri dan kanan jalan, akan di suguhi panorama pegunungan yang sangat indah. Belum lagi padang savana yang cukup luas. Wisata di sekitar Gunung Ijen bukan itu saja. Lokasi wisata Banyupahit yang ber ja rak sekitar 750 meter dari Paltuding juga me nyimpan panorama yang indah. Air terjun dan bebatuan menjadi daya ta rik Banyupahit.

Tetapi awas, jangan sembarangan dengan aliran sungai tersebut.Se bab, itu bukan sungai biasa melainkan asam sulfat (H2SO4) dengan tingkat ke asaman sangat tinggi. Jika digunakan untuk berkumur, tentu gigi kita akan langsung tergerus. Aliran asam sulfat dari Kawah Ijen itu juga menjadi daya tarik sendiri. Air terjun tersebut pernah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik pada 2007 lalu. Tetapi, saat ini pembangkit listrik tersebut tidak berfungsi dan mangkrak. Keindahan alam Banyupahit tampaknya kurang di minati para wisatawan.

Apalagi, pemerintah juga kurang peduli. “Air terjun be kas pembangkit listrik (Banyupahit) itu memang berpotensi tinggi bagi tempat wisata,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Suprayogi. Alam yang indah dan nama besar Ijen akhirnya membuat lokasi wisata itu menjadi rebutan Pemkab Banyuwangi dan Bondowoso. Kedua daerah itu sampai saat ini mengklaim sebagai pemilik wisata yang sudah terkenal di dunia tersebut. “Kawah Ijen adalah potensi wisata milik Kabupaten Banyuwangi,” klaimnya.

Kabupaten Bondowoso tidak mau kalah untuk menetapkan tempat wisata ini sebagai daerahnya. Berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Paltuding, Pemkab Bondowoso membangun gapura yang bertulisan “Selamat Datang di Wisata Gunung Ijen Kabupaten Bondowoso”. Gapura seperti itu tidak ditemukan di jalur timur dari arah Kabupaten Banyuwangi. “Gapura se lamat datang, kita (Pemkab Banyuwangi) memang belum membangun,” ujarnya. (radar)