detik.com
Jalur Gumitir sempat ditutup sekitar 3 bulan untuk peremajaan. Belum genap setahun kini jalan utama lintas selatan penghubung Jember-Banyuwangi itu amblas dengan retakan mencapai 6 meter.
Kerusakan tersebut terjadi pada Jalur Nasional III KM 236+900 ruas Surabaya-Banyuwangi tepatnya di tikungan dekat Warung Pak Saleh yang masuk dalam wilayah Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru.
Jalur tikungan yang masuk kawasan Perhutani Banyuwangi Selatan itu merupakan tikungan tajam yang rawan saat dilintasi kendaraan besar seperti truk bermuatan berat dan bus. Permukaan aspal tampak retak memanjang, sementara bagian bawahnya tergerus hingga membentuk cekungan cukup dalam hampir 1 meter. Penyebab amblasnya jalan tersebut diduga karena intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Gumitir dalam 4 hari terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Relawan Gumitir, Wiji Hariyanto mengatakan, diameter amblesan diperkirakan mencapai enam meter. Retakan memanjang sekitar tiga meter dengan kedalaman kurang lebih 70 sentimeter.
“Lokasinya di KM 236+900 jalur nasional arah Surabaya-Banyuwangi. Diameter amblesan kurang lebih enam meter, panjang retakan sekitar tiga meter dan kedalaman sekitar 70 sentimeter,” ujar Wiji, Selasa (24/2/2026) sore.
Sebagai langkah antisipasi, di sekitar titik retakan telah dipasang tali pembatas agar pengendara lebih waspada saat melintas. Meski demikian, perbaikan diharapkan segera dilakukan agar mengurangi risiko potensi bahaya longsor.
“Sementara ini masih kami pantau dulu. Di titik retakan sudah dipasang tali pembatas supaya terlihat jelas oleh pengguna jalan. Kami imbau pengendara lebih hati-hati, terutama saat hujan atau malam hari,” tambahnya.
Salah satu pengguna jalan, Arif (34) mengaku mengurangi kecepatan saat melintas karena melihat kondisi aspal yang retak.
“Tadi kelihatan ada pembatas, jadi saya pelankan kendaraan. Kalau tidak hati-hati bisa berbahaya, apalagi ini tikungan,” katanya.
Pengguna jalan lainnya, Suyanto (45) berharap penanganan segera dilakukan mengingat jalur tersebut merupakan akses utama penghubung Surabaya-Banyuwangi.
“Ini jalur nasional, truk besar sering lewat. Semoga cepat diperbaiki sebelum retakannya melebar,” ujarnya.
Akibat kerusakan jalan tersebut kondisi lalu-lintas di jalur Gumitir masih terpantau normal dengan pengawasan relawan di sekitar titik amblesan.
(auh/abq)







