detik.com
Ngabuburit di lereng Gunung Raung, Banyuwangi, akhir pekan ini terasa berbeda. Puluhan pengunjung wisata Gerbang Raung mengisi waktu menunggu azan magrib dengan menanam 1.447 pohon di kawasan hutan.
Kegiatan bertajuk “Sedekah Oksigen Ramadan” itu digelar di Petak 49 B Resort Pemangku Hutan Sidomulyo, wilayah kerja Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat. Jumlah 1.447 bibit yang ditanam disesuaikan dengan tahun Ramadan 1447 Hijriah.
Aksi tanam pohon tersebut melibatkan masyarakat, wisatawan, serta jajaran Perhutani. Meski sempat diguyur hujan, peserta tetap antusias menanam pohon di titik yang telah ditentukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi, salah satu pengunjung, mengaku tak menyangka ngabuburit kali ini memberinya pengalaman berbeda.
“Gak biasa ya, umumnya saya ya ngabuburit itu melihat pemandangan sambil nunggu azan magrib. Tapi, kali ini saya bisa menanam pohon juga, tadi saya beri nama pohonnya dan nanti bisa saya kunjungi lagi kalau sudah besar,” ungkap Andi usai tanam pohon, Minggu (22/2/2026).
Ia berharap kontribusinya bisa membantu menjaga kelestarian alam Banyuwangi.
“Semoga kontribusi saya ini bisa turut melestarikan alam Banyuwangi supaya object wisatanya juga selalu terjaga,” tambah Andi.
Administratur Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Muklisin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi hutan sekaligus edukasi lingkungan kepada masyarakat.
“Penanaman 1.447 bibit pinus ini bukan hanya simbol Ramadan 1447 Hijriah, tetapi juga komitmen bersama menjaga kelestarian kawasan hutan Raung. Kami ingin melibatkan masyarakat agar merasa memiliki dan ikut merawat,” jelas Muklisin.
Muklisin menambahkan, kegiatan tersebut juga selaras dengan program ASRI (Aksi Serentak Rehabilitasi Indonesia) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Program ini sejalan dengan semangat ASRI yang mendorong gerakan rehabilitasi dan penghijauan secara masif. Kami di daerah tentu mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Muklisin.
Usai menanam pohon, warga dan wisatawan langsung menggelar buka puasa bersama di aliran sungai yang jernih di kawasan Gerbang Raung. Suasana pedesaan yang asri di kaki Gunung Raung membuat momen berbuka terasa lebih khusyuk dan hangat.
Destinasi wisata Gerbang Raung sendiri berada dalam wilayah kerja Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat dan menjadi salah satu titik wisata alam yang mulai diminati, terutama saat momentum Ramadan dan akhir pekan.
Ngabuburit dengan menanam pohon ini pun diharapkan menjadi tradisi baru yang tak hanya membawa keberkahan spiritual, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, dan ekologis jangka panjang.
Suwito, pengelola sekaligus inisiator wisata gerbang raung menyebutkan. Alam bisa menjadi kawan saat dikelola dengan baik, lewat gerbang raung ia dapat memberdayakan masyarakat sekitar. Tidak kurang dari 30 warga yang bisa bekerja di sektor pariwisata tersebut.
“Alhamdulillah ada upaya konservasi lewat tanam pohon, harapan kami kegiatan ini kian melestarikan object wisata yang jadi sumber mata pencaharian warga ini,” jelas Suwito.
Sebanyak 1.447 pohon dengan aneka jenis tanaman sengaja disiapkan perhutani KPH Barat untuk memfasilitasi seluruh pengunjung yang ingin menanam pohon di wilayah tersebut. Pohon-pohon itu akan selesai ditanam hingga akhir Ramadan tahun ini.
(auh/hil)








