Manajer BI se-Indonesia Belajar Pengendalian Inflasi ke Banyuwangi

0
381


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Bertempat di El Royal Hotel Banyuwangi, ratusan petugas pengelola komunikasi Bank Indonesia (BI) se-Indonesia yang terdiri dari para manager, asisten direktur, dan deputi direktur, menggelar Forum Pengelola Komunikasi, 1-2 Maret 2018.

Mereka membahas informasi-informasi terbaru tentang kebijakan BI, sekaligus ingin belajar secara langsung, bagaimana cara Banyuwangi, melakukan pengendalian inflasi.

Pj Direktur Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan, Kamis (1/3/2018) mengatakan, BI sengaja memilih Banyuwangi untuk menggelar event tahunan Forum Pengelola Komunikasi, karena Banyuwangi dinilai cukup sukses dalam menghendalikan inflasi.

“Makanya, kami ajak teman-teman ke Banyuwangi agar mereka belajar dan melihat langsung bagaimana pengendalian inflasi itu menjadi penting, karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa inflasi yang terkendali juga percuma,” ungkap Junanto Herdiawan.

Loading...

Dalam acara yang dihadiri pengelola komunikasi Bank Indonesia, dari beberapa perwakilan se Indonesia, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, diundang khusus sebagai nara sumber, untuk memaparkan strategi Banyuwangi dalam melakukan inovasi pertumbuhan ekonomi sekaligus mengendalikan inflasinya.

Terbukti, telah meraih penghargaan pemerintah pusat sebagai daerah paling inovatif dalam pengendalian inflasi. Selain itu, dalam beberapa periode inflasi Banyuwangi juga terendah di Jawa Timur.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam paparannya menjelaskan, tentang berbagai inovasi pelayanan publik dan visi kepemimpinan daerah yang melayani, agar bisa mewujudkan diperlukan dua hal penting yang harus dilaksanakan.

“Pertama, harus memetakan terlebih dahulu permasalahan yang ada, baru kemudian menentukan skala prioritas. Dari hal tersebutlah, lantas kita bekerja untuk memberikan pelayanan,” terang Anas.

Selain itu, dengan berbagai inovasi Banyuwangi yakni pengembangan sistem dan Sumber Daya Manusia (SDM), sangat penting dalam menerapkan berbagai sitem keuangan seperti e-village budgeting, e-monitoring dan lainnya untuk mengontrol kinerja para pegawai di Banyuwangi.

“SDM ini elemen penting untuk melaksanakan semua inovasi dan kebijakan Pemda. Bagi para PNS, kita berikan insentif, dan kepada masyarakat kita kembangkan mindset yang baru,” jelas Anas.

Selain itu, memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk percepatan pelayanan publik dan menggandeng berbagai instansi swata seperti Gojek dan platform pendidikan Ruang Guru untuk peningkatan pelayanan di bidang pendidikan.

Loading...