Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Pasar Takjil Ramadan Diserbu Warga, Bisa Sambil Ngabuburit di Pantai Boom

pasar-takjil-ramadan-diserbu-warga,-bisa-sambil-ngabuburit-di-pantai-boom
Pasar Takjil Ramadan Diserbu Warga, Bisa Sambil Ngabuburit di Pantai Boom

ngopibareng.id

Banyuwangi Kamis, 19 Februari 2026 20:31 WIB

Hari pertama Ramadan sejumlah titik Pasar Takjil diserbu masyarakat, Kamis, 19 Februari 2026. Sejak sore hari, warga sudah memadati beberapa area pasar takjil “Ngerandu Buko” untuk mencari takjil dan menu berbuka puasa.

Beberapa lokasi pasar takjil yang selalu ramai dikunjungi masyarakat adalah Pasar Takjil di kawasan Pantai Marina Boom dan Jalan Letjen Sutoyo, Banyuwangi. Bahkan, beberapa jalan yang terhubung dengan Jalan Letjen Sutoyo macet akibat lalu lalang pemburu takjil.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut berburu takjil di Pantai Marina Boom. Ipuk berbelanja takjil dan makanan untuk berbuka puasa sembari berbincang dengan warga. Tak sedikit pedagang takjil dan pengunjung mengajak ipuk untuk ber-selfi.

Ipuk mengatakan, pasar takjil Ngerandu Buko bukan hanya menjadi tradisi Ramadan, tetapi salah satu ruang perputaran ekonomi warga. Khususnya para pelaku UMKM.

“Ramadan selalu membawa berkah. Di sinilah UMKM bergerak, ekonomi rakyat berputar. Ramadan mengajarkan kita tentang kesabaran dan kebersamaan,” ujar Ipuk.

Diantara ratusan pedagang Pasar takjil di Pantai Boom, ada sejumlah pedagang dari penyandang disabilitas. Ipuk sempat berbelanja dan menyapa mereka. Ipuk menyebut, Pemkab Banyuwangi selalu melibatkan penyandang disabilitas.

“Ini bagian dari bagaimana menerapkan inklusifitas dari berbagai kegiatan. Mereka kita beri ruang untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat,” terangnya.

Beragam menu minuman dan makanan tersedia di pasar takjil. Mulai kolak pisang, es buah, aneka gorengan, petulo, bikang, hingga jajanan tradisional khas Banyuwangi. Ada juga nasi bakar, nasi campur dan berbagai lauk untuk berbuka puasa.

“Di pasar takjil tahun ini kita lebih ketat dan agak selektif, terutama di jenis menu makanan yang boleh dijajakan di pasar takjil atau ngerandu buko ini,” katanya.

Para pedagangpun merasakan dampak adanya pasar takjil ini. Produk yang dijajakan laris manis dibeli pengunjung. Nurhayati, pedagang asal Kelurahan Temenggungan mengaku lapaknya ramai dikunjungi warga.

“Alhamdulillah, sejak pukul empat sore pembeli sudah berdatangan. Paling banyak dicari patola yang saya jual,” katanya.

Baca Juga

Tidak hanya diramaikan warga lokal, pasar takjil juga menarik perhatian wisatawan asing. Salah satunya Paul, turis asal Amerika Serikat. Dia datang bersama keluarganya.

Paul mengaku menikmati suasana tradisi Ramadan di Banyuwangi. Menurutnya, keberagaman di Indonesia mirip dengan negaranya. Di Amerika juga banyak Muslim, Kristen, dan Buddha.

“Saya suka Banyuwangi. Budaya dan makanannya juga sangat berbeda. Jadi saya senang melihat suasana seperti ini,” ungkapnya.

Pantai Marina Boom selalu menjadi favorit untuk berbelanja takjil dan menu buka puasa. Sebab, warga bisa sekaligus ngabuburit sembari menikmati indahnya pantai, kapal-kapal yacht mewah yang terparkir di dermaga. Setelah membeli menu buka puasa mereka duduk-duduk di pinggiran dermaga sembari menunggu azan Magrib.