Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Hujan Deras Sebabkan Banjir di Muncar Banyuwangi, Empat Desa Terdampak Luapan Kali Liuk

hujan-deras-sebabkan-banjir-di-muncar-banyuwangi,-empat-desa-terdampak-luapan-kali-liuk
Hujan Deras Sebabkan Banjir di Muncar Banyuwangi, Empat Desa Terdampak Luapan Kali Liuk

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyuwangi pada Rabu (11/2) sore mengakibatkan banjir di Kecamatan Muncar.

Sedikitnya empat desa terdampak akibat luapan Kali Liuk yang melintas di kawasan tersebut.

Empat desa yang terdampak banjir yakni Desa Tambakrejo, Sumberberas, Kedungringin, dan Wringinputih.

Air tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga merendam jalan raya, lahan pertanian, hingga area pasar tradisional.

Staf Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Muncar, Slamet Hariyadi, mengatakan banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan dalam waktu singkat.

Debit air Kali Liuk meningkat drastis hingga meluap ke wilayah permukiman.

“Kemarin (Rabu) memang ada luapan air di Kecamatan Muncar. Tepatnya di empat desa, yakni Tambakrejo, Sumberberas, Kedungringin, dan Wringinputih. Desa-desa tersebut saling berdekatan dan dilintasi aliran sungai,” ujarnya kemarin (12/2).

Tambakrejo Terdampak Paling Parah

Dari empat desa tersebut, Desa Tambakrejo menjadi wilayah dengan genangan paling tinggi. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 80 sentimeter (cm) atau hampir setinggi pinggang orang dewasa.

Sementara itu, genangan di Desa Sumberberas berkisar antara 40 hingga 60 cm. Adapun di Desa Kedungringin, ketinggian air sekitar 20 sampai 30 cm.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Wringinputih meski dengan ketinggian relatif lebih rendah dibanding Tambakrejo.

“Tambakrejo yang paling awal dan paling tinggi genangannya. Sedangkan di desa lain ketinggiannya bervariasi, namun tidak sampai setinggi di Tambakrejo,” jelas Hariyadi.

Banjir yang terjadi sempat menghambat aktivitas warga dan arus lalu lintas di sejumlah titik. Beberapa akses jalan desa tergenang sehingga kendaraan harus berjalan pelan atau mencari jalur alternatif.

Genangan Surut dalam Dua Jam

Meski sempat menggenangi sejumlah wilayah, luapan Kali Liuk tidak berlangsung lama. Hariyadi menyebut rata-rata genangan hanya bertahan satu hingga dua jam di masing-masing desa sebelum akhirnya surut.

“Paling awal terkena Desa Tambakrejo dan paling akhir di Desa Wringinputih. Banjir dimulai sekitar pukul 16.00 dan berangsur surut sekitar pukul 23.00,” tuturnya.


Page 2

Menurutnya, air yang meluap bergerak mengikuti aliran sungai dan kontur wilayah, sehingga genangan berpindah dari satu desa ke desa lain dalam kurun waktu relatif singkat.

Tidak Ada Korban Jiwa

Beruntung, peristiwa banjir di Muncar tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian material juga relatif kecil karena air tidak menggenang dalam waktu lama.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Dampaknya tidak signifikan karena air hanya melintas dan masuk ke rumah warga sekitar satu sampai dua jam saja. Setelah itu surut,” katanya.

Meski demikian, sejumlah warga tetap melakukan pembersihan rumah dan lingkungan akibat sisa lumpur dan sampah yang terbawa arus sungai.

Pihak Kecamatan Muncar bersama perangkat desa dan unsur terkait langsung melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, terutama di sepanjang bantaran Kali Liuk.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan luapan susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

“Kami tetap melakukan pemantauan, khususnya di titik-titik yang selama ini rawan luapan. Jika hujan deras kembali terjadi, kami sudah siaga,” tegas Hariyadi.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi dalam waktu singkat.

Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda debit sungai meningkat drastis.

Kini, kondisi di empat desa terdampak telah berangsur normal. Aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti biasa.

“Pagi ini (kemarin) masyarakat sudah beraktivitas normal. Air sudah surut dan kondisi relatif aman,” pungkasnya. (why/sgt)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyuwangi pada Rabu (11/2) sore mengakibatkan banjir di Kecamatan Muncar.

Sedikitnya empat desa terdampak akibat luapan Kali Liuk yang melintas di kawasan tersebut.

Empat desa yang terdampak banjir yakni Desa Tambakrejo, Sumberberas, Kedungringin, dan Wringinputih.

Air tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga merendam jalan raya, lahan pertanian, hingga area pasar tradisional.

Staf Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Muncar, Slamet Hariyadi, mengatakan banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan dalam waktu singkat.

Debit air Kali Liuk meningkat drastis hingga meluap ke wilayah permukiman.

“Kemarin (Rabu) memang ada luapan air di Kecamatan Muncar. Tepatnya di empat desa, yakni Tambakrejo, Sumberberas, Kedungringin, dan Wringinputih. Desa-desa tersebut saling berdekatan dan dilintasi aliran sungai,” ujarnya kemarin (12/2).

Tambakrejo Terdampak Paling Parah

Dari empat desa tersebut, Desa Tambakrejo menjadi wilayah dengan genangan paling tinggi. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 80 sentimeter (cm) atau hampir setinggi pinggang orang dewasa.

Sementara itu, genangan di Desa Sumberberas berkisar antara 40 hingga 60 cm. Adapun di Desa Kedungringin, ketinggian air sekitar 20 sampai 30 cm.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Wringinputih meski dengan ketinggian relatif lebih rendah dibanding Tambakrejo.

“Tambakrejo yang paling awal dan paling tinggi genangannya. Sedangkan di desa lain ketinggiannya bervariasi, namun tidak sampai setinggi di Tambakrejo,” jelas Hariyadi.

Banjir yang terjadi sempat menghambat aktivitas warga dan arus lalu lintas di sejumlah titik. Beberapa akses jalan desa tergenang sehingga kendaraan harus berjalan pelan atau mencari jalur alternatif.

Genangan Surut dalam Dua Jam

Meski sempat menggenangi sejumlah wilayah, luapan Kali Liuk tidak berlangsung lama. Hariyadi menyebut rata-rata genangan hanya bertahan satu hingga dua jam di masing-masing desa sebelum akhirnya surut.

“Paling awal terkena Desa Tambakrejo dan paling akhir di Desa Wringinputih. Banjir dimulai sekitar pukul 16.00 dan berangsur surut sekitar pukul 23.00,” tuturnya.