sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Pendapa Sabha Swagata, Kamis (12/2).
Pelantikan dipimpin langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Baznas periode 2020–2026 Lukman Hakim beserta dua wakil ketua, Herman Suyitno dan Tommy Anwar.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua IV Baznas Jawa Timur KH Husnul Khuluq, yang turut memberikan dukungan atas kepengurusan baru Baznas Banyuwangi.
Pengurus Baznas Banyuwangi yang dilantik terdiri atas Dwi Yanto sebagai Ketua. Kemudian Nanang Kairurrozik sebagai Wakil Ketua I Bidang Pendistribusian Zakat dan Elly Irwan Suryanto sebagai Wakil Ketua II Bidang Pengumpulan Zakat.
Selain itu, Lukman Hadi dipercaya sebagai Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Muh Khozin sebagai Wakil Ketua IV Bidang Keadministrasian.
Pelantikan ini menandai dimulainya masa bakti baru Baznas Banyuwangi untuk lima tahun ke depan dalam mengelola penghimpunan dan penyaluran zakat secara profesional dan akuntabel.
Baznas Mitra Strategis Pemkab
Usai pelantikan, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa Baznas bukan sekadar lembaga penghimpun zakat, melainkan mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan.
Menurut Ipuk, kontribusi Baznas selama ini telah nyata dalam mendukung berbagai program sosial Pemkab Banyuwangi. Bantuan yang diberikan menyasar lansia miskin, keluarga prasejahtera, hingga pelaku usaha kecil.
“Saya berharap pimpinan baru bisa melanjutkan program-program baik yang sudah ditorehkan sebelumnya. Bahkan ke depan harus lebih ditingkatkan,” ujar Ipuk.
Ia menambahkan, tren penurunan angka kemiskinan di Banyuwangi tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk Baznas.
“Angka kemiskinan di Banyuwangi terus turun berkat kerja keroyokan semua pihak, termasuk Baznas. Sinergi ini harus kita pertahankan,” tegasnya.
Dorong Profesionalisme dan Digitalisasi Zakat
Ipuk juga mendorong agar Baznas Banyuwangi semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis perlu diperluas agar penghimpunan dan pendistribusian zakat semakin optimal.
Salah satu langkah penting yang ditekankan adalah penguatan layanan berbasis digital. Menurut Ipuk, inovasi digital akan mempermudah para muzaki dalam menunaikan kewajiban zakat secara aman dan transparan.
Page 2
“Ke depan harus lebih mudah. Muzaki tidak harus datang ke kantor. Cukup lewat platform digital yang aman dan transparan,” ujarnya.
Dengan semangat “tandang bareng” yang digelorakan Pemkab Banyuwangi tahun ini, Ipuk optimistis semakin banyak masyarakat yang bisa diberdayakan, tidak hanya menerima bantuan konsumtif tetapi juga naik kelas secara ekonomi.
“Masyarakat bisa terbantu dengan dukungan dari semua pihak termasuk Baznas,” imbuhnya.
Fokus Pemberdayaan Produktif
Sementara itu, Ketua Baznas Banyuwangi periode 2026–2031 Dwi Yanto menyatakan siap mengemban amanah tersebut.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus bermitra dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program sosial yang tepat sasaran.
“Kami siap bermitra dengan pemkab dalam menjalankan program sosial untuk kepentingan mustahik,” tuturnya.
Dwi menyebut, program-program sebelumnya akan dievaluasi dan diperkuat, termasuk pengembangan layanan digital untuk memaksimalkan penghimpunan zakat.
Ke depan, Baznas Banyuwangi tidak hanya fokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga memperkuat program pemberdayaan produktif.
Dukungan modal usaha, pendampingan UMKM, hingga penguatan ekonomi keluarga menjadi prioritas untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka.
“Semoga Baznas bisa menghadirkan layanan zakat yang lebih cepat, mudah, dan amanah, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat Banyuwangi,” pungkasnya.
Dengan kepengurusan baru dan dukungan penuh pemerintah daerah, Baznas Banyuwangi diharapkan mampu semakin optimal dalam menghimpun dan menyalurkan zakat demi kesejahteraan masyarakat. (fre/sgt)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Pendapa Sabha Swagata, Kamis (12/2).
Pelantikan dipimpin langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Baznas periode 2020–2026 Lukman Hakim beserta dua wakil ketua, Herman Suyitno dan Tommy Anwar.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua IV Baznas Jawa Timur KH Husnul Khuluq, yang turut memberikan dukungan atas kepengurusan baru Baznas Banyuwangi.
Pengurus Baznas Banyuwangi yang dilantik terdiri atas Dwi Yanto sebagai Ketua. Kemudian Nanang Kairurrozik sebagai Wakil Ketua I Bidang Pendistribusian Zakat dan Elly Irwan Suryanto sebagai Wakil Ketua II Bidang Pengumpulan Zakat.
Selain itu, Lukman Hadi dipercaya sebagai Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Muh Khozin sebagai Wakil Ketua IV Bidang Keadministrasian.
Pelantikan ini menandai dimulainya masa bakti baru Baznas Banyuwangi untuk lima tahun ke depan dalam mengelola penghimpunan dan penyaluran zakat secara profesional dan akuntabel.
Baznas Mitra Strategis Pemkab
Usai pelantikan, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa Baznas bukan sekadar lembaga penghimpun zakat, melainkan mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan.
Menurut Ipuk, kontribusi Baznas selama ini telah nyata dalam mendukung berbagai program sosial Pemkab Banyuwangi. Bantuan yang diberikan menyasar lansia miskin, keluarga prasejahtera, hingga pelaku usaha kecil.
“Saya berharap pimpinan baru bisa melanjutkan program-program baik yang sudah ditorehkan sebelumnya. Bahkan ke depan harus lebih ditingkatkan,” ujar Ipuk.
Ia menambahkan, tren penurunan angka kemiskinan di Banyuwangi tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk Baznas.
“Angka kemiskinan di Banyuwangi terus turun berkat kerja keroyokan semua pihak, termasuk Baznas. Sinergi ini harus kita pertahankan,” tegasnya.
Dorong Profesionalisme dan Digitalisasi Zakat
Ipuk juga mendorong agar Baznas Banyuwangi semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis perlu diperluas agar penghimpunan dan pendistribusian zakat semakin optimal.
Salah satu langkah penting yang ditekankan adalah penguatan layanan berbasis digital. Menurut Ipuk, inovasi digital akan mempermudah para muzaki dalam menunaikan kewajiban zakat secara aman dan transparan.








