detik.com
Pencarian Muhammad Dzikri Maulana, pendaki yang hilang di puncak Gunung Ijen berakhir setelah korban diketemukan. Korban ditemukan selamat di area tebing dengan radial 6,7° dan jarak sekitar 890 meter dari LKP.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi I Made Oka Astawa menyebutkan, korban diketemukan pada pukul 17.00 WIB, tim SAR langsung melakukan upaya evakuasi dengan metode vertical rescue.
“Korban berada di tebing dengan elevasi kemiringan 6,7° dan jarak sekitar 890 meter dari LKP dan setelah upaya evakuasi vertikal rescue selama hampir 1 jam korban berhasil dibawa ke atas,” terang Made Oka, Kamis (19/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 17.50 WIB korban berhasil dievakuai dan dibawa menuju Pos Paltuding. Selanjutnya korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Licin untuk mendapatkan perawatan medis.
“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam keadaan hidup. Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat atas dedikasi dan kerja sama yang solid dalam operasi kemanusiaan ini. Kami juga mengimbau kepada para pendaki agar selalu mematuhi prosedur keselamatan, tidak terpisah dari rombongan, serta memperhatikan kondisi cuaca saat melakukan pendakian,” terang Made Oka.
Pada pukul 18.00 WIB, operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur di antaranya Tim Rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI-Polri, BKSDA, BPBD, relawan, unsur mapala, pelaku wisata, perangkat desa, hingga keluarga korban. dinyatakan selesai dan seluruh unsur dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
“Operasi SAR telah resmi ditutup, korban telah diserahkan pada keluarga dan tengah menjalani pemeriksaan di puskesmas Licin, pungkas Made.
Sebelumnya, seorang pendaki dilaporkan hilang saat mendaki puncak Gunung Ijen pada Rabu (18/2/2026) dini hari. Hingga kini tim SAR bersama sejumlah personel TNI dan Polri masih melakukan pencarian.
Kapolsek Licin AKP Karyadi saat dikonfirmasi membenarkan laporan pendaki hilang. Laporan tersebut dilaporkan pihak Balai Konservai Sumberdaya Alam (BKSDA).
“Saya sedang berada di Paltuding bersama dari BKSDA dan unsur SAR dan masih melakukan upaya pencarian,” terang Karyadi kepada detikJatim, Rabu (18/2/2026).
(ihc/abq)








