sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan lebat disertai angin kencang kembali memporak-porandakan permukiman warga di Kabupaten Banyuwangi.
Kali ini, angin puting beliung menerjang tiga desa di Kecamatan Sempu, yakni Desa Karangsari, Desa Temuasri, dan Desa Temuguruh, Sabtu (7/2) sore.
Akibat terjangan angin kencang tersebut, sedikitnya 17 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang.
Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah yang terbuat dari genting.
Berdasarkan data sementara, di Desa Karangsari terdapat empat unit rumah warga yang terdampak. Sementara di Desa Temuasri tercatat enam unit rumah mengalami kerusakan.
Sedangkan di Desa Temuguruh, sebanyak tujuh unit rumah dilaporkan terdampak angin puting beliung.
Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi dalam waktu yang cukup singkat.
Meski demikian, kekuatan angin yang berhembus sangat kencang sehingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan warga.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah warga yang berbahan genting,” kata AKP Satrio Wibowo, Minggu (8/2).
Ia menjelaskan, selain terbawa angin kencang, kerusakan atap rumah juga dipicu oleh pohon-pohon besar yang ambruk dan menimpa bangunan warga.
“Kerusakan paling banyak ada di bagian atap. Selain karena terjangan angin, juga disebabkan pepohonan yang tumbang dan menimpa rumah warga,” jelasnya.
Tidak hanya permukiman warga, angin puting beliung juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada kandang ternak bebek milik warga bernama Mulyadi, yang berada di Dusun Simbar, Desa Karangsari.
Kandang tersebut diketahui memiliki kapasitas sekitar 1.500 ekor bebek.
“Kerugian yang dialami pemilik kandang diperkirakan hampir Rp 200 juta,” ungkap AKP Satrio.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan lebat disertai angin kencang kembali memporak-porandakan permukiman warga di Kabupaten Banyuwangi.
Kali ini, angin puting beliung menerjang tiga desa di Kecamatan Sempu, yakni Desa Karangsari, Desa Temuasri, dan Desa Temuguruh, Sabtu (7/2) sore.
Akibat terjangan angin kencang tersebut, sedikitnya 17 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang.
Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah yang terbuat dari genting.
Berdasarkan data sementara, di Desa Karangsari terdapat empat unit rumah warga yang terdampak. Sementara di Desa Temuasri tercatat enam unit rumah mengalami kerusakan.
Sedangkan di Desa Temuguruh, sebanyak tujuh unit rumah dilaporkan terdampak angin puting beliung.
Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi dalam waktu yang cukup singkat.
Meski demikian, kekuatan angin yang berhembus sangat kencang sehingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan warga.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah warga yang berbahan genting,” kata AKP Satrio Wibowo, Minggu (8/2).
Ia menjelaskan, selain terbawa angin kencang, kerusakan atap rumah juga dipicu oleh pohon-pohon besar yang ambruk dan menimpa bangunan warga.
“Kerusakan paling banyak ada di bagian atap. Selain karena terjangan angin, juga disebabkan pepohonan yang tumbang dan menimpa rumah warga,” jelasnya.
Tidak hanya permukiman warga, angin puting beliung juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada kandang ternak bebek milik warga bernama Mulyadi, yang berada di Dusun Simbar, Desa Karangsari.
Kandang tersebut diketahui memiliki kapasitas sekitar 1.500 ekor bebek.
“Kerugian yang dialami pemilik kandang diperkirakan hampir Rp 200 juta,” ungkap AKP Satrio.








