Rebutan Wilayah di Malangsari Memanas

0
376
PENGGARAP LAHAN PERHUTANI: Warga berkumpul membicarakan pendirian desa baru.

KALIBARU – Sengketa batas wilayah antara Perhutani Banyuwangi Selatan dan wilayah Kabupaten Banyuwangi ternyata masih menjadi persoalan krusial bagi sebagian orang yang tinggal di perbatasan Banyuwangi dan Jember tersebut. Dua hari lalu, Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Genteng, Asper Sukirno, dan KRPH Malangsari, Sutrisno, bersama jajaran Muspika Kalibaru terpaksa mendatangi tempat tersebut, tepatnya Petak 1A.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sempat tersiar kabar di lokasi tersebut sedang digelar pertemuan sejumlah warga yang akan membentuk sebuah desa di Kawasan Perhutani Banyuwangi Selatan. Namanya adalah Dusun Patungrejo, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Bahkan, sebagian warga sudah memiliki kartu tanda penduduk. Kapolsek Kalibaru, AKP Suwanto Barri, membenarkan kabar tersebut.

Loading...

Berdasar yang dia ketahui, tanah Perhutani RPH Malangsari sudah dikuasai penggarap sejak era reformasi. Masyarakat setempat tidak mau mengakui bahwa lahan tersebut masuk wilayah Banyuwangi. Mereka bersikukuh wilayah tersebut masuk Jember. Bahkan, oleh masyarakat penggarap areal tersebut hendak dijadikan Dusun Patungrejo, Desa Mulyorejo, Ke camatan Silo, Kabupaten Jember.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Universitas Airlangga Beri Anugerah Inovasi Daerah Terbaik ke Banyuwangi