Rogojampi-Ketapang Dibikin 4 Lajur

  • Bagikan

Pemkab Usulkan Anggaran Rp 115 M ke Pemerintah Pusat

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi mengajukan pelebaran beberapa ruas jalan nasional pada APBN 2013. Untuk menambah ruas jalan nasional itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengusulkan anggaran sebesar Rp 115 miliar. Beberapa titik yang diminta penambahan ruas adalah sepanjang Jalan Gatot Subroto di Kecamatan Kalipuro. Saat ini, jalan yang membentang mulai Kelurahan Bulusan hingga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, itu hanya memiliki dua lajur.

Pemkab menghendaki pembangunan empat ruas di Jalan Yos Sudarso, Sukowidi, Kelurahan Klatak, itu dilanjutkan hingga Jalan Gatot Subroto di Desa Ketapang. Pelebaran Jalan Yos Sudarso menggunakan anggaran APBN tahun 2009 dan 2010. Untuk melebarkan jalan menjadi empat lajur, Pemkab Banyuwangi tidak lagi menggunakan anggaran APBD melainkan mengajukan dana pada APBN 2013. Anggaran yang dibutuhkan guna melebarkan jalan itu sebesar Rp 35 miliar.

Perbaikan jalan depan pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry juga diusulkan. Sedianya, ruas jalan nasional yang menjadi langganan banjir itu sudah diusulkan dalam perubahan APBN 2012. Hanya saja, pelaksanaannya ditunda hingga anggaran 2013 mendatang. “Kita usulkan anggaran sebesar Rp 20 miliar lebih,” ungkap Plt kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Banyuwangi, Mudjiono.

Selain ruas Jalan Gatot Subroto, Pemkab Banyuwangi juga mengusulkan pelebaran jalan nasional pada jalur Banyuwangi- Rogojampi. Sama dengan jalan Gatot Subroto, ruas ini hanya memiliki dua lajur saja, sehingga tidak berimbang dengan pertumbuhan kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Anggaran yang diusulkan untuk menambah ruas jalan Banyuwangi- Rogojampi sebesar Rp 40 miliar. “Pemerintah daerah memproyeksikan jalur Banyuwangi-Rogojampi dibangun median jalan,” ungkap Mudjiono.

Jalan nasional mulai Kalibaru hingga Genteng Kulon juga diusulkan perbaikan. Jalur itu dinilai pemerintah sudah tidak mendukung secara maksimal kelancaran arus transportasi. Walau tidak ada penambahan lajur, tapi pemkab minta pemerintah pusat melebarkan jalan tersebut. “Kendaraan yang melalui jalan nasional jalur selatan semakin padat. Sudah waktunya ada pelebaran jalan,” jelas Mudjiono.

Perbaikan jalan nasional Muncar-Srono juga diusulkan mendapatkan anggaran perbaikan. Pada tahun 2012, jalur ini sudah mendapatkan anggaran perbaikan tapi tidak tuntas. Usul anggaran Rp 115 itu disampaikan langsung kepada Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI beberapa waktu lalu. Surat usul dan permohonan itu diantarkan langsung Bupati Anas bersama Plt Kadis PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Mudjiono.

Pak Dirjen Bina Marga janji memperhatikan usul yang disampaikan Pak Bupati,” katanya. Selain jalan nasional, Bupati Anas juga mengusulkan perbaikan sejumlah jalan provinsi. Anggaran perbaikan jalan yang disampaikan kepada Gubernur Jatim Soekarwo sekitar Rp 290 miliar. Usul anggaran itu disampaikan untuk merehabilitasi sejumlah ruas jalan provinsi yang sudah cukup lama tidak tersentuh perbaikan. Beberapa ruas jalan provinsi adalah poros jalan provinsi mulai Genteng Kulon melalui Wonorekso hingga Kecamatan Rogojampi  Jalur ini, kata Mudjiono, sudah ber tahun-tahun tidak tersentuh per baikan.

Selama ini, jalan ter sebut hanya tersentuh perbaikan tambal sulam saja akibatnya jalan bergelombang. Untuk perbaikan jalan sepan jang 15 Km itu dibutuhkan anggaran sebesar Rp 80 miliar lebih. Ruas lain yang diusulkan perbaikan adalah jalan dari Jajag menuju Kecamatan Bangorejo sepanjang 20 Km dan jalan mulai Glagahagung hingga Kecamatan Tegaldlimo. “Usulannya sudah kita sampai kan kepada gubernur. Kita berharap realisasi anggaran itu sudah masuk dalam APBD 2013,” katanya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: