Sweeping KTP Pengunjung Kafe

0
1002

Saat berlangsung razia di Café SR 21, tiba-tiba datanglah Poltak Situmorang, pengelola tempat karaoke Neo yang sebelumnya digembok petugas. Poltak memprotes tindakan Satpol PP yang telah menutup tempat hiburannya. Apalagi, kunci pintu ikut dibawa. “Satpol PP tidak punya hak menyita barang kami, kenapa kuncinya dibawa,” tegas Poltak.

Poltak juga minta bukti surat dari Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, sehubungan telah mengambil kunci pintu Neo Karaoke. “Membawa barang dari tempat hiburan, harus ada surat keterangan dari pengadilan. Mana suratnya?” protesnya. Sementara itu, Satpol PP sebenarnya akan mendatangi tiga kafe dan tempat karaoke. Selain kafe SR 21 dan tempat karaoke Neo, mereka juga siap meluncur ke tempat karaoke Mangir Asri, di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi. “Tadi malam (kemarin malam) tidak jadi ke Mangir Asri ,” cetus kepala Satpol PP Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto.

Menurut Ustadi, tiga tempat hiburan yang didatangi oleh anggotanya itu tidak memiliki izin. Untuk tempat karaoke Mangir Asri, izinnya hanya berupa pendirian hotel. “Tempat karaoke dan kafe itu sudah kita beri peringatan hingga dua kali,” katanya. Ustadi membantah, kedatangan anggota Satpol PP itu untuk menutup ketiga tempat hiburan tersebut. Petugas hanya untuk melihat keberadaan tiga tempat hiburan malam tersebut. “Bila tempat karaoke itu masih beroperasi, kita akan luncurkan surat peringatan yang ketiga,” ujarnya.(radar)

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Pendaftaran CPNS 2019 Banyuwangi Dibuka Hari Ini