sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Seekor ular piton sepanjang sekitar 3,5 meter menggegerkan warga Dusun Krajan, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Sabtu malam (28/2).
Ular jenis sanca kembang tersebut kedapatan berkeliaran di atap bangunan bekas kandang ayam yang berada di kawasan permukiman padat penduduk.
Kemunculan hewan melata berukuran besar itu sontak menarik perhatian warga sekitar.
Tidak sedikit warga yang berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung ular tersebut dari jarak dekat.
Sebagian lainnya memilih melapor ke pihak berwenang guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Laporan kemudian diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi sekitar pukul 21.31 WIB.
Warga melaporkan adanya ular berukuran besar yang berada di bagian atap bangunan bekas kandang ayam di lingkungan rumah mereka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan bahwa setelah menerima laporan, tim Regu Brama 2 langsung bersiap menuju lokasi kejadian.
“Begitu menerima laporan, tim Regu Brama 2 langsung bersiap dan berangkat menuju lokasi. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga maupun petugas,” ujarnya.
Menurut Edy, proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara gegabah. Selain ukuran ular yang cukup besar, posisi hewan tersebut berada di tempat yang relatif tinggi sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra.
“Petugas Damkarmat menggunakan sejumlah peralatan seperti penjepit, pengait, senter, tangga, serta mobil Fire and Rescue Taruna untuk mengevakuasi ular,” jelasnya.
Tim harus memastikan area sekitar steril dari kerumunan warga demi meminimalisasi risiko.
Petugas kemudian memanjat menggunakan tangga dan perlahan mendekati ular yang berada di atap bangunan bekas kandang ayam tersebut.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Seekor ular piton sepanjang sekitar 3,5 meter menggegerkan warga Dusun Krajan, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Sabtu malam (28/2).
Ular jenis sanca kembang tersebut kedapatan berkeliaran di atap bangunan bekas kandang ayam yang berada di kawasan permukiman padat penduduk.
Kemunculan hewan melata berukuran besar itu sontak menarik perhatian warga sekitar.
Tidak sedikit warga yang berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung ular tersebut dari jarak dekat.
Sebagian lainnya memilih melapor ke pihak berwenang guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Laporan kemudian diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi sekitar pukul 21.31 WIB.
Warga melaporkan adanya ular berukuran besar yang berada di bagian atap bangunan bekas kandang ayam di lingkungan rumah mereka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan bahwa setelah menerima laporan, tim Regu Brama 2 langsung bersiap menuju lokasi kejadian.
“Begitu menerima laporan, tim Regu Brama 2 langsung bersiap dan berangkat menuju lokasi. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga maupun petugas,” ujarnya.
Menurut Edy, proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara gegabah. Selain ukuran ular yang cukup besar, posisi hewan tersebut berada di tempat yang relatif tinggi sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra.
“Petugas Damkarmat menggunakan sejumlah peralatan seperti penjepit, pengait, senter, tangga, serta mobil Fire and Rescue Taruna untuk mengevakuasi ular,” jelasnya.
Tim harus memastikan area sekitar steril dari kerumunan warga demi meminimalisasi risiko.
Petugas kemudian memanjat menggunakan tangga dan perlahan mendekati ular yang berada di atap bangunan bekas kandang ayam tersebut.








