TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi, Jawa Timur, menegaskan komitmennya untuk mengambil peran aktif sebagai motor perubahan daerah.
Komitmen tersebut, disampaikan langsung oleh Ketua PC PMII Banyuwangi, Haikal Roja’ Hasbunallah, periode masa khidmat 2025–2026.
Haikal mengatakan bahwa Banyuwangi merupakan daerah dengan potensi besar sekaligus tantangan yang kompleks. Mulai dari kekayaan alam, keragaman budaya, hingga dinamika sosial yang terus berkembang. Dalam konteks itu, PMII Banyuwangi tidak boleh menjadi penonton sejarah.
“PMII Banyuwangi harus hadir bukan sebagai penonton sejarah, tetapi sebagai aktor perubahan,” katanya, Sabtu (31/1/2026).
Mantan Ketua PMII Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Ulum (STAIDU) Banyuwangi periode 2022–2023 itu menegaskan, kehadiran PMII harus terasa di berbagai ruang, baik akademik, masyarakat akar rumput, diskursus kebijakan publik, hingga proses pembentukan karakter generasi muda.
Foto bersama usai pelantikan PC PMII Banyuwangi masa khidmat 2025-2026. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)
PC PMII Banyuwangi periode 2025–2026, lanjut Haikal, berkomitmen menjadikan organisasi sebagai laboratorium kaderisasi ideologis dan intelektual, sekaligus inkubator pengabdian sosial yang berdampak nyata.
“Kita ingin melahirkan kader PMII yang tidak hanya lantang berbicara, tetapi juga mampu bekerja. Tidak hanya kritis, tetapi solutif. Tidak hanya idealis, tetapi juga realistis. Di tengah tantangan revolusi digital, disrupsi teknologi, dan krisis nilai, PMII dituntut tetap tegak pada khittahnya: Islam, keindonesiaan, dan kemanusiaan,” ujarnya.
Perlu diketahui, Haikal Roja’ Hasbunallah, bersama jajaran pengurus PC PMII Banyuwangi resmi dilantik untuk masa khidmat 2025–2026 pada Sabtu (31/1/2026), di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan.
Hadir dalam pelantikan tersebut, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., dan perwakilan Dandim 0825/Banyuwangi.
Pelantikan tersebut juga disaksikan oleh jajaran Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), senior PMII, perwakilan partai, hingga organisasi mahasiswa lainnya seperti HMI dan GMNI.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak organisasi kemahasiswaan yang lahir pada 17 April 1960 itu untuk terlibat aktif sebagai mitra pemerintah dan agen perubahan di tengah masyarakat.
“PMII bisa berperan sebagai agen perubahan. Ketika menemui anak yang tidak bisa sekolah, laporkan kepada kami. Ketika menemui masyarakat miskin yang tidak bisa berobat, laporkan kepada kami. Kami punya solusinya,” tuturnya.
Selain itu, orang nomor wahid di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi itu mengajak PMII untuk ikut terlibat langsung mendampingi masyarakat, mulai dari mengantar anak-anak kembali ke sekolah hingga membantu warga mengakses layanan kesehatan.
Ipuk juga mengapresiasi peran PMII yang selama ini aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, serta organisasi kemahasiswaan lainnya. Menurutnya, kolaborasi lintas elemen menjadi kunci terciptanya harmoni pembangunan di Bumi Blambangan.
“Inilah yang dibutuhkan Banyuwangi saat ini, yakni semangat kebersamaan, kolaborasi, dan gotong royong. Dengan kebersamaan itulah setiap gerak yang kita lakukan dapat benar-benar berdampak. Bukan sekadar retorika atau ajakan diskusi semata, tetapi tindakan nyata,” tutupnya. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Imadudin Muhammad |








