Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Usai Ambruk dan Tuai Polemik, Kandang Ayam Bimorejo Kini Dibangun Ulang Lebih Perkasa

usai-ambruk-dan-tuai-polemik,-kandang-ayam-bimorejo-kini-dibangun-ulang-lebih-perkasa
Usai Ambruk dan Tuai Polemik, Kandang Ayam Bimorejo Kini Dibangun Ulang Lebih Perkasa

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Setelah sempat ambruk dan menuai sorotan publik, kandang ayam petelur program ketahanan pangan Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, kini dibangun ulang dengan sistem konstruksi dan material yang benar-benar baru. Proyek yang dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bimorejo tersebut telah mencapai progres hampir 70 persen.

Kandang ayam yang dirancang untuk menampung 1.000 ekor ayam petelur itu kini berdiri lebih kokoh dengan 21 tiang beton cor sebagai penyangga utama, menggantikan konstruksi lama yang sebelumnya hanya menggunakan material kayu. Selain lebih kuat, ukuran kandang juga diperbesar, dari semula 18 x 4 meter menjadi 18 x 8 meter, dengan spesifikasi konstruksi yang diklaim memiliki daya tahan jangka panjang.

Pembangunan ulang kandang ayam ini menelan anggaran sebesar Rp200.700.000 yang dialokasikan khusus dari program ketahanan pangan tahun 2025.

Ketua BUMDes Bimorejo, Zainullah, saat ditemui Jurnalnews.com di lokasi pembangunan, Sabtu (24/1/2026), menjelaskan bahwa saat ini pengerjaan telah memasuki tahap pemasangan atap.

“Setelah atap selesai, dilanjutkan perataan lantai bawah dan pembuatan kandang baterai. Selain itu, kami juga akan membangun gudang pakan serta tempat penyimpanan hasil telur di sisi timur kandang,” ungkapnya.

Zainullah memastikan kandang ayam petelur tersebut akan segera difungsikan dalam waktu dekat. Ia menargetkan ayam sudah mulai masuk kandang sebelum bulan Ramadan.

“Kami upayakan sebelum puasa, atau paling lambat awal puasa, ayam sudah masuk kandang. Untuk bibit ayam petelur juga sudah kami pesan ke PT Vega,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, kandang ayam program ketahanan pangan Desa Bimorejo sebelumnya ambruk pada 21 Desember 2025. Peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan puing bangunan, tetapi juga memunculkan tanda tanya besar terkait perencanaan, konstruksi, serta pengelolaan anggaran proyek.

Sorotan publik semakin tajam setelah muncul dugaan ketidaksinkronan dalam pelaksanaan pembangunan. Proyek kandang ayam yang semestinya dikelola oleh BUMDes, justru sebelumnya disebut-sebut dibangun oleh Pemerintah Desa (Pemdes), sehingga memicu kritik dan spekulasi terkait transparansi serta akuntabilitas penggunaan dana ketahanan pangan.

Kini, pembangunan ulang kandang ayam tersebut menjadi ujian serius bagi komitmen BUMDes dan Pemdes Bimorejo dalam menghadirkan pengelolaan dana desa yang transparan, profesional, dan berpihak pada keberlanjutan program ketahanan pangan.

(Venus Hadi)