Belajar 2 Jam Sehari, Rutin Salat Dhuha dan Tahajud

0
899
Alyn Shifa Aulya Wildania Peraih Nilai Unas SMP Tertinggi Banyuwangi

ALYN. Begitu sapaan karib remaja yang memiliki nama lengkap Alyn Shifa Aulya Wildania, ini. Usianya memang masih muda, yakni 15 tahun. Namun untuk beberapa hal, gadis kelahiran 7 September 2001 ini patut kita jadikan teladan.

Jangan buru-buru mengernyitkan dahi. Simak dahulu sepak terjang sulung dua bersaudara putri pasangan Cholid Wildan dan Nurul Lutfiana ini. Alyn baru saja berhasil menyabet prestasi mentereng.

Dia sukses memperoleh nilai tertinggi ujian nasional (unas) SMP se-Banyuwangi. Dari empat mata pelajaran (mapel) yang diujikan, siswa SMP Negeri 1 Banyuwangi, ini berhasil mengumpulkan total nilai sebesar 377,5.

Rinciannya, dia mendapat nilai seratus pada mapel matematika, 97,5 mapel Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), serta masing-masing 90,0 pada mapel Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Selain meraih nilai unas tertinggi se kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini, Alyn merupakan langganan juara kelas. Bahkan, pada saat masih duduk di bangku kelas XI lalu, dia sukses menyabet ranking satu paralel di sekolahnya.

Bukan itu saja, selama tahun 2016 cewek berjilbab ini juga sukses menyabet sejumlah gelar juara pada beberapa perlombaan tingkat kabupaten, di antaranya juara I duta Bahasa Indonesia, juara I festival dan lomba seni siswa nasional (FLS2N), dan juara implementasi budaya membaca.

Masih di tahun yang sama, Alyn juga menyabet juara II story telling contest yang digelar SMA Negeri 1 Glagah, serta juara III siswa berprestasi tingkat kabupaten. Ditemui wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di sekolahnya Sabtu pagi kemarin (3/6), Alyn mengaku sejak awal menginjak  bangku SMP, dirinya sudah menyusun program yang akan dijalankan selama tiga tahun ke depan.

Pada tahun pertama alias  kelas VII, dia akan fokus belajar berorganisasi. Pada kelas VIII fokusnya mengejar prestasi.  Sedangkan kelas IX fokus persiapan unas.  Perencanaan yang dia susun itu pun dijalani dengan sepenuh hati.

Saat kelas VII dia aktif berorganisasi di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kala itu dia menjabat Ketua III OSIS SMP Negeri 1 Banyuwangi. Selanjutnya, pada kelas VIII, Alyn intens mengikuti berbagai perlombaan. Selain untuk mengasah kemampuan, dia ikut perlombaan untuk mengumpulkan prestasi.

“Tujuannya untuk mendapatkan poin tambahan untuk keperluan mendaftar SMA,” ujar gadis yang bercita-cita menjadi dokter spesialis kandungan itu. Sedangkan ketika sudah menginjak kelas IX, Alyn benar-benar fokus melakukan persiapan menghadapi unas.

Setiap hari, tepatnya mulai pukul 19.00 sampai 21.00, dia rutin belajar sendiri di rumah. Selain itu, setiap sore dia juga intens mengikuti les yang dibimbing guru mata pelajaran. Alyn mengaku, karena sudah rutin belajar di rumah di Blok F-1 Perum Griya Giri Mulya (GGM) Kelurahan Klatak, dia tidak begitu risau saat menghadapi unas. Dia merasa tidak menambah porsi belajar. Apalagi belajar sampai semalam suntuk.

“Kalau terlalu dipaksakan, justru bisa stress. Tidak efektif,” tutur perempuan yang hobi renang dan membaca buku biografi tokoh- tokoh nasional dan dunia tersebut.  Belakangan diketahui, selain rajin belajar, Alyn adalah sosok yang sangat religius.

Setiap jam istirahat sekolah, tepatnya istirahat pertama sekitar pukul 09.30, dia selalu memanfaatkan waktu untuk melakukan salat Dhuha di musala sekolah. Kalau pun tengah libur sekolah, Alyn juga menjalani salat Dhuha di rumahnya.

“Di sekolah memang ada program salat Dhuha. Karena tempatnya terbatas, siswa bergiliran menjalani salat Dhuha tersebut. Misalnya hari Senin kelas IXA, Selasa kelas IXB. Namun, Alyn setiap hari mengerjakan salat Dhuha secara mandiri,” timpal Kepala SMP Negeri 1 Banyuwangi, Samsudin Ali.

Mendengar pemaparan Samsudin, ibunda Alyn, Nurul, menimpali. Setiap malam Alyn salat Tahajud di rumah. “Salat wajib lima waktu insya Allah juga tidak pernah terlewatkan,” timpalnya.

Selain itu, imbuh Nurul, Alyn tergolong anak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Beberapa hari lalu Alyn bersama rekan-rekannya membagikan takjil gratis di kawasan simpang empat Masjid Agung Baiturrahman (MAB).

“Ternyata mereka urunan. Uangnya digunakan membeli takjil untuk dibagikan kepada pengguna jalan,” tuturnya.  Sementara itu, Samsudin menuturkan, Alyn tergolong siswa yang aktif mengikuti kegiatan di sekolah.

Selain itu, Alyn juga tidak memiliki catatan negatif, misalnya melakukan pelanggaran ketentuan sekolah. “Tidak ada catatan negatif Alyn. Buktinya saya tidak pernah menerima laporan dari guru Bimbingan dan Konseling (BK),” kata dia.

Menurut Samsudin, keberhasilan mengantarkan Alyn meraih nilai unas tertinggi tingkat Banyuwangi bukan melulu peran sekolah. Sebaliknya, sang siswa maupun orang tua juga berperan besar. “Ini keberhasilan kita bersama,” pungkasnya. (radar)

Loading...