Rakyat Bangga dengan Seni Budaya Lokal

0
185
Penampilan Gandrung Sewu tahun 2016 lalu.

Festival Gandrung Sewu Digelar Minggu

BANYUWANGI – Penunjukan kolosal kebanggaan masyarakat Banyuwangi, Festival Gandrung Sewu akan digelar lagi pada Minggu (8/10). Sebanyak 1.286 penari gandrung bakal tampil menghibur masyarakat di Pantai Boom, Banyuwangi.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, sejak digelar 2012 lalu, Festival Gandrung Sewu telah menjadi sarana bagi tumbuhnya rasa bangga rakyat terhadap seni-budaya lokal Banyuwangi. Bukan itu saja, ajang tahunan tersebut juga mendapatkan respons positif wisatawan lokal dan mancanegara.

Setidaknya itu terbukti dari membeludaknya penonton setiap kali Festival Gandrung Sewu digelar. Anas menuturkan, festival yang diselenggarakan di Banyuwangi terbukti menjadi bagian penting dari regenerasi pelaku seni.

”Kami bangga, sekarang semakin mudah mencari anak Banyuwangi yang jago menari, bahkan latihan-latihan digelar di balai desa untuk anak-anak siswa Taman Kanak-kanak,” ujarnya kemarin (5/10).

Loading...

Anas menuturkan, festival seni budaya seperti Festival Gandrung Sewu bukan semata pertunjukan dan atraksi wisata, event tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi budaya.

“Dulu ditahun pertama, untuk mencari pelaku seninya atau penarinya, kami kebingungan. Tapi sekarang minat anak-anak muda menjadi penari Gandrung Sewu sangat tinggi. Ini menunjukkan rakyat sangat bangga terhadap seni budayanya,” kata dia.

Anas menambahkan, Festival Gandrung Sewu akan menyajikan atraksi yang sangat menarik. Seribu lebih penari dengan busana berwarna merah menyala akan kompak menampilkan koreografi tematik di bibir pantai dengan latar belakang Selat Bali.

”Dan mereka tidak sekadar menari, tapi ada balutan koreogxafi bertema tertentu yang tiap tahunnya berganti, sehingga terus mendorong para pelaku seni untuk meningkatkan kreativitas konten tema dan koreografinya,” papar Anas.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M.Yanuarto Bramuda mengatakan, Festiwal (Gandrung Sewu tahun ini melakonkan kisah perjuangan masyarakat melawan penjajah. Tema yang diusung adalah “Kembang Pepe’ yang merupakan salah satu tembang gending yang biasa digunakan untuk mengiringi Tari Gandrung.

“Tahun ini fragmen yang disuguhkan adalah perang melawan penjajah dengan atraksi yang keras dan rancak. Tari Gandrung sebagai seni tradisi rakyat memang dalam sejarahnya memiliki peran penting sebagai siasat melawan Belanda,” pungkasnya. (radar)

loading...