Server Layanan Publik “Pemkab Banyuwangi” Aman dari Virus Ransomware Wanna Cry

0
84
Ilustrasi

Server Pemkab Gunakan OS Linux

BANYUWANGI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Persandian menjamin website dan jaringan server layanan publik milik Pemkab Banyuwangi aman dari aksi teror virus Ransomware jenis Wanna Cry.

Operating system (OS) yang terserang ransomware jenis Wanna Cry menggunakan OS Windows, sementara server milik Pemkab Banyuwangi menggunakan OS Linux.  Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Budi Santoso mengatakan, sejak Sabtu lalu (13/5) sudah mendapat imbuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Berdasar imbuan kementerian itu, Pemkab Banyuwangi melakukan beberapa langkah-langkah agar tidak kena serangan virus tersebut. “Mudah-mudahan aman, bagian IT kami sudah mengantisipasi,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Banyuwangi melalui telepon selulernya, kemarin (15/3).

Hanya saja, kata Budi dari sekian banyak server yang terintegrasi hanya server Sistem Infonnasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang tidak terintegrasi dengan Kominfo Pemkab Banyuwangi.

Server sistem SIAK langsung terintegrasi dengan server Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta.  Setelah adanya imbauan dari Kementerian Kominfo itu, dia juga langsung menginformasikan kepada bagian IT dan seluruh SKPD di Banyuwangi.

Salah satu cara untuk mencegah penyebaran ransomware jenis Wanna Cry tersebut yakni dengan melakukan back up data dan update anti virus. Selain itu, untuk sementara saat menghidupkan komputer atau laptop diupayakan tidak terkoneksi langsung dengan jaringan internet.

Loading...

Lalu bagaimana dengan Smart Kampung yang melakukan pelayanan di kantor desa dan kecamatan yang menggunakan perangkat komputer yang terkoneksi dengan internet? Budi juga sudah meminta operator di masing-masing desa/kelurahan dan kecamatan se Banyuwangi agar mewaspadai serangan penyebaran Ransomware Wanna Cry tersebut.

“Imbauan kami sama seperti yang disampaikan Kementerian Kominfo yakni lakukan back up data, dan update antivirus,” jelasnya.  Dia berharap, jika seluruh mekanisme dan imbauan dilakukan, maka akan menyelamatkan file yang ada di perangkat komputer maupun laptop.

Sehingga keberadaan ransomware Warma Cry tidak sampai mengganggu, bahkan melumpuhkan seluruh jenis kegiatan pelayanan di Pemkab Banyuwangi. (radar)

loading...