Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

6 Pendaki Ilegal Diamankan di Gunung Ranti saat Libur Nataru

6-pendaki-ilegal-diamankan-di-gunung-ranti-saat-libur-nataru
6 Pendaki Ilegal Diamankan di Gunung Ranti saat Libur Nataru

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Sebanyak enam pendaki ilegal diamankan satuan tugas (satgas) Gunung Ranti, Banyuwangi, Jawa Timur, selama momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Para pendaki tersebut melanggar ketentuan pendakian dengan berbagai cara yang dinilai berisiko terhadap keselamatan.

Masuk Tanpa Check-in dan Belum Bayar Tiket

Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, menjelaskan enam pendaki itu teridentifikasi sebagai pendaki ilegal dengan dua kategori pelanggaran.

Dua orang pendaki melakukan pendakian di luar waktu yang ditentukan. Pendakian Gunung Ranti dibuka pukul 02.00 WIB, namun keduanya sudah naik sejak pukul 01.00 WIB.

“Dua pendaki ilegal tersebut melakukan pemesanan tiket di aplikasi tiket pendakian, tapi tidak bayar dan tidak check in di pos, langsung mendaki,” kata Muklisin.

Baca juga: Kebakaran Hutan, 4 Pendaki Terjebak di Gunung Ranti Banyuwangi

Padahal, proses check-in diperlukan untuk meregistrasi pendaki sehingga lokasi keberadaan mereka dapat dipantau selama pendakian. Dengan registrasi setelah membayar tiket Rp 20.000, pendaki juga bisa melakukan panggilan SOS saat kondisi darurat.

Bahkan jika ponsel pendaki mati, petugas masih dapat mendeteksi titik lokasi terakhir untuk keperluan penyelamatan.

“Untuk dua pendaki tersebut, teridentifikasi petugas saat turun, diverifikasi ternyata belum check in,” terang Muklisin.

Selain check-in, pendaki juga diwajibkan melakukan check-out saat turun sebagai penanda telah menyelesaikan pendakian.

Empat Pendaki Masuk Zona Risiko Tinggi

Kategori pelanggaran lainnya dilakukan oleh rombongan empat pendaki yang nekat mendaki di luar jalur resmi.

“Para pendaki masuk ke zona resiko tinggi. Area khusus yang hanya bisa didaki dengan izin khusus dan ditemani pendamping,” ujar Muklisin.

Baca juga: 2 Pendaki Tersesat di Gunung Klotok Kediri Berhasil Dievakuasi

Zona tersebut dikenal sebagai puncak sejati dengan jalur ekstrem dan banyak jurang. Karena itu, hanya pendaki berizin khusus dan berpengalaman yang diperbolehkan masuk.

Empat pendaki tersebut terdeteksi petugas dan berjanji tidak akan kembali ke zona khusus tanpa izin dan pendampingan.

“Untuk lokasinya sendiri sudah diberi tanda peringatan, karena jalurnya banyak jurang, sehingga yang mendaki ke sana dipastikan bukan pemula,” jelas Muklisin.

Atas kejadian ini, Muklisin mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan dibanding sekadar mengejar dokumentasi atau pengalaman ekstrem.

“Pastikan saat pendakian untuk mengutamakan keselamatan. Jangan hanya foto untuk kebanggaan diri tapi mengabaikan resiko,” pesannya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang