Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Potensi Pasar Kendaraan Listrik di Daerah: BYD Ekspansi ke Banyuwangi

potensi-pasar-kendaraan-listrik-di-daerah:-byd-ekspansi-ke-banyuwangi
Potensi Pasar Kendaraan Listrik di Daerah: BYD Ekspansi ke Banyuwangi

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia kini mulai berkembang.

Tidak lagi hanya terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, pasar kendaraan listrik mulai merambah daerah, salah satunya Banyuwangi, Jawa Timur.

Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, melalui jaringan diler-nya HAKA AUTO, resmi membuka operasional di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Direktur CV Tiga Sanda Bumu Artha Yanzend Kaganda mengatakan, masuknya diler kendaraan listrik ke Banyuwangi bukan keputusan yang sembarangan, dan langkah itu menunjukkan bahwa daerah tersebut dinilai memiliki potensi pasar yang menjanjikan.

BYD Indonesia mencatat penjualan lebih dari 54.000 unit sepanjang Januari-Desember 2025.dok. BYD BYD Indonesia mencatat penjualan lebih dari 54.000 unit sepanjang Januari-Desember 2025.

“Perusahaan besar biasanya melakukan riset terlebih dahulu sebelum membuka cabang di suatu daerah. Mereka melihat pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, daya beli masyarakat, hingga perkembangan kawasan bisnis,” kata Yanzend.

Sehingga kehadiran diler kendaraan listrik di Banyuwangi disebutnya menjadi tanda meningkatnya kepercayaan investor terhadap suatu daerah.

Yanzend mengurai, Banyuwangi dipilih karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang baik dan pasar yang terus berkembang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Banyuwangi memang mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Selain dikenal sebagai daerah tujuan wisata, aktivitas perdagangan dan usaha juga semakin ramai.

Letaknya yang menjadi penghubung Jawa dan Bali membuat pergerakan orang dan barang cukup tinggi.

Dengan hadirnya diler kendaraan listrik juga diyakini membawa dampak bagi ekonomi lokal.

Selain operasional showroom membuka lapangan kerja baru, juga meningkatkan aktivitas usaha di sekitarnya.

“Biasanya kawasan jadi lebih hidup. Aktivitas usaha meningkat dan nilai properti di sekitarnya juga bisa ikut terdorong,” ujar Yanzend.

Ekspansi ini disebutnya juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.

Dengan jaringan diler yang semakin luas, masyarakat daerah kini punya akses lebih mudah untuk mengenal dan menggunakan kendaraan listrik.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kota-kota lain di luar metropolitan juga akan menjadi tujuan ekspansi berikutnya.

“Banyuwangi bisa menjadi contoh bahwa daerah pun kini punya peran dalam perkembangan industri kendaraan listrik nasional,” tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang