Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Dihentikan saat Nyepi 2026, Catat Jamnya

penyeberangan-ketapang-gilimanuk-dihentikan-saat-nyepi-2026,-catat-jamnya
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Dihentikan saat Nyepi 2026, Catat Jamnya

KOMPAS.com – Aktivitas penyeberangan di lintasan Pelabuhan Ketapang-Pelabuhan Banyuwangi Gilimanuk Bali akan dihentikan sementara saat Hari Raya Nyepi 2026,  pada Kamis (19/3/2026).

Operasional kapal di Ketapang dihentikan mulai Rabu (18/3/2026) pukul 17.00 WIB hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB.

Sementara di Gilimanuk, penutupan berlaku pada 19 Maret pukul 05.00 Wita sampai 20 Maret pukul 06.00 Wita.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan mengatakan, penyesuaian ini dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Bali sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas karena berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026.

Baca juga:

Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik,” ujar Aan, Rabu (4/3/2026) dikutip dari Kompas.com.

Ia melanjutkan, Pemerintah juga menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas di sekitar pelabuhan. 

Termasuk optimalisasi dermaga MB dan LCM serta penerapan delaying system melalui buffer zone di jalur tol maupun non-tol.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan pengaturan geofencing dengan radius 2,65 kilometer dari Ketapang dan 2 kilometer dari Gilimanuk. Tujuannya, untuk mengendalikan kendaraan yang menuju pelabuhan saat periode penutupan.

Baca juga:

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menegaskan kesiapan operasional tetap diperkuat selama periode angkutan Lebaran.

“Kami berkomitmen untuk selalu menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama. Berbagai langkah antisipatif terus kami lakukan agar layanan penyeberangan tetap andal,” kata Heru.

ASDP juga menambah jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk dari 28 menjadi 32 unit untuk memperkuat kapasitas layanan saat trafik tinggi.

Baca juga:

Secara nasional, pergerakan selama Angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan, dengan pertumbuhan arus Jawa–Bali diperkirakan meningkat sekitar 9–10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan menjelang penutupan operasional saat Nyepi.