Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Permintaan Beras Zakat Naik Dua Kali Lipat Jelang Lebaran

permintaan-beras-zakat-naik-dua-kali-lipat-jelang-lebaran
Permintaan Beras Zakat Naik Dua Kali Lipat Jelang Lebaran

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Permintaan beras menjelang Idul Fitri mulai meningkat tajam. Lonjakan ini terutama terjadi pada beras kemasan yang banyak digunakan masyarakat untuk menunaikan zakat.

Kenaikan permintaan tersebut dirasakan pabrik penggilingan beras PT Ratu Pangan Sejahtera di Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam beberapa hari terakhir, permintaan beras dari toko-toko meningkat signifikan.

Owner PT Ratu Pangan Sejahtera, Irwan Kuswanto, mengatakan kenaikan permintaan sudah terasa sejak dua hari terakhir menjelang Lebaran.

“Sejak dua hari lalu permintaan naik 100 persen untuk menambah stok toko-toko jelang Lebaran,” kata Irwan saat menerima kunjungan Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Peringatan Keras Bapanas ke Pedagang Beras: Kemasan Harus Sesuai Aturan

Permintaan beras kemasan meningkat

Irwan menjelaskan lonjakan permintaan terutama didorong kebutuhan beras kemasan yang biasanya digunakan masyarakat untuk zakat fitrah.

Menurut dia, dalam kondisi normal, penggilingan beras miliknya memproduksi sekitar 250 hingga 300 ton beras setiap hari. Produksi tersebut tidak hanya dipasarkan di Banyuwangi, tetapi juga disuplai ke sejumlah daerah lain hingga Bali.

Peningkatan permintaan menjelang Idul Fitri membuat sejumlah toko menambah stok lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan pembelian masyarakat.

Baca juga: Panduan Mengelola THR: Dahulukan Zakat, Cicilan, dan Tabungan

Stok beras Banyuwangi disebut aman

Di tengah meningkatnya permintaan, pemerintah daerah memastikan ketersediaan beras di wilayah Banyuwangi tetap mencukupi.

Wakil Kepala Bulog Banyuwangi, Krisna Yudha, mengatakan cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai 100 ribu ton.

“Stok beras Banyuwangi sangat aman sampai akhir tahun,” ungkapnya.

Selain itu, program penyerapan gabah oleh Bulog di wilayah tersebut telah mencapai 26.000 ton.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono bersama Bulog, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan Badan Pusat Statistik (BPS) juga melakukan inspeksi mendadak ke pasar serta penggilingan beras untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri.

Menurut Mujiono, hasil pemantauan menunjukkan stok beras di Banyuwangi bahkan dalam kondisi surplus.

“Alhamdulillah untuk beras stok kita sangat aman bahkan surplus. Penggilingan ini bahkan menyuplai sebagian besar produknya ke luar daerah,” tutur Mujiono.

Dalam sidak tersebut, pemerintah daerah juga memantau harga sejumlah komoditas pangan. Harga ayam potong tercatat Rp 38.000, telur Rp 30.000, daging sapi Rp 140.000, bawang merah Rp 36.000, dan cabai rawit Rp 97.000.

“Sejumlah komoditi seperti daging sapi naik tapi ini kontraksi karna menjelang Idul fitri.”

“Sementara sejumlah bahan pokok lainnya seperti bawang merah bawang putih telur masih terkendali, bahkan untuk cabai cenderung turun,” tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang