Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Adik Denada Buka Suara soal Polemik Ressa Rizky, Tegaskan Mendiang Emilia Contessa Tak Pernah Gaji Tak Manusiawi

adik-denada-buka-suara-soal-polemik-ressa-rizky,-tegaskan-mendiang-emilia-contessa-tak-pernah-gaji-tak-manusiawi
Adik Denada Buka Suara soal Polemik Ressa Rizky, Tegaskan Mendiang Emilia Contessa Tak Pernah Gaji Tak Manusiawi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perseteruan antara Ressa Rizky Rossano dan penyanyi Denada kembali memantik perhatian publik.

Kali ini, adik Denada, Enrico Tambunan, ikut buka suara untuk meluruskan sejumlah pernyataan yang dinilainya menyudutkan keluarga, khususnya mendiang ibunya, Emilia Contessa.

Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Enrico menyampaikan keberatannya atas sikap Ressa yang dinilai menyeret nama almarhumah Emilia Contessa ke dalam konflik pribadi dengan Denada.

Ia menegaskan, tudingan yang menyebut sang ibu mempekerjakan Ressa sebagai sopir dengan gaji tidak manusiawi sama sekali tidak benar.

“Dibilang kayak katanya seolah-olah Mama saya mempekerjakan Ressa dengan gaji yang tidak manusiawi,” ujar Enrico dalam video tersebut.

Enrico secara tegas membantah isu yang menyebut Ressa hanya digaji Rp2 juta saat menjadi sopir pribadi Emilia Contessa.

Menurutnya, narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta dan mencederai nama baik almarhumah yang semasa hidup dikenal sangat menyayangi keluarga.

“Almarhumah itu orangnya sangat sayang sama semua anggota keluarga, termasuk juga ke Ressa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Enrico menjelaskan bahwa ketika Emilia Contessa mengarahkan Ressa untuk menjadi sopir, hal tersebut bukan semata-mata soal pekerjaan.

Ada nilai pendidikan yang ingin ditanamkan oleh sang ibu, yakni pentingnya kerja keras dan kemandirian.

“Dia mau mengajarkan kepada anak-anaknya, cucu-cucunya, keponakan-keponakan untuk rajin bekerja, biar bisa bekerja. Bahkan saya juga dididik Mama untuk bekerja,” ungkap Enrico.

Menurut Enrico, pola pendidikan semacam itu tidak hanya diterapkan kepada Ressa, tetapi kepada seluruh anggota keluarga.

Bahkan, anak Enrico sendiri turut merasakan didikan langsung dari Emilia Contessa agar terbiasa bekerja keras sejak dini.

“Anak saya juga diajarkan untuk mau bekerja keras. Alhasil, dari masih SMP sudah punya etos kerja yang baik,” katanya.


Page 2

Ia menambahkan, nilai-nilai kerja keras yang ditanamkan almarhumah justru menjadi bekal berharga bagi keluarga besar mereka.

Enrico menyebut seluruh anggota keluarga bersyukur pernah mendapatkan pendidikan langsung dari Emilia Contessa.

“Demikian pula untuk anggota keluarga yang lain, termasuk juga kepada Ressa. Teman-teman saya bersyukur, saya sangat bersyukur, kami semuanya bersyukur dididik almarhumah,” lanjutnya.

Enrico menilai, apabila tujuan ibunya semata-mata hanya ingin mempekerjakan Ressa sebagai sopir tanpa unsur pendidikan, hal tersebut sangat mudah dilakukan dengan cara lain.

Pasalnya, secara finansial, keluarga sangat mampu untuk membayar sopir profesional dengan gaji layak.

“Kalau Mama cuma mau sopir, dia sangat bisa cari driver profesional. Digaji secara layak. Kami pun kalau diminta kirim uang bulanan buat bayar gaji karyawan atau sopir, saya bisa kok kirim ke Indonesia,” tuturnya.

Ia menegaskan, keputusannya untuk angkat bicara bukan tanpa alasan.

Enrico mengaku diminta oleh keluarga untuk meluruskan kabar tak sedap yang terlanjur beredar di publik, khususnya terkait tudingan bahwa Ressa diperlakukan tidak layak oleh mendiang Emilia Contessa.

“Kami merasa perlu meluruskan karena ini sudah menyangkut nama baik almarhumah,” ujarnya.

Keluarga, kata Enrico, merasa cukup gerah dengan pernyataan dari pihak Ressa yang dinilai tidak pantas dan tidak fair.

Apalagi, Emilia Contessa telah meninggal dunia dan tidak mungkin lagi memberikan klarifikasi atau pembelaan atas tudingan yang dialamatkan kepadanya.

“Beliau sudah tidak ada, tidak bisa membela diri. Itu yang membuat kami sebagai keluarga merasa perlu bicara,” pungkas Enrico.

Pernyataan Enrico Tambunan ini sekaligus menambah babak baru dalam polemik antara Denada dan Ressa Rizky Rossano yang terus menjadi sorotan publik, terutama di media sosial. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perseteruan antara Ressa Rizky Rossano dan penyanyi Denada kembali memantik perhatian publik.

Kali ini, adik Denada, Enrico Tambunan, ikut buka suara untuk meluruskan sejumlah pernyataan yang dinilainya menyudutkan keluarga, khususnya mendiang ibunya, Emilia Contessa.

Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Enrico menyampaikan keberatannya atas sikap Ressa yang dinilai menyeret nama almarhumah Emilia Contessa ke dalam konflik pribadi dengan Denada.

Ia menegaskan, tudingan yang menyebut sang ibu mempekerjakan Ressa sebagai sopir dengan gaji tidak manusiawi sama sekali tidak benar.

“Dibilang kayak katanya seolah-olah Mama saya mempekerjakan Ressa dengan gaji yang tidak manusiawi,” ujar Enrico dalam video tersebut.

Enrico secara tegas membantah isu yang menyebut Ressa hanya digaji Rp2 juta saat menjadi sopir pribadi Emilia Contessa.

Menurutnya, narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta dan mencederai nama baik almarhumah yang semasa hidup dikenal sangat menyayangi keluarga.

“Almarhumah itu orangnya sangat sayang sama semua anggota keluarga, termasuk juga ke Ressa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Enrico menjelaskan bahwa ketika Emilia Contessa mengarahkan Ressa untuk menjadi sopir, hal tersebut bukan semata-mata soal pekerjaan.

Ada nilai pendidikan yang ingin ditanamkan oleh sang ibu, yakni pentingnya kerja keras dan kemandirian.

“Dia mau mengajarkan kepada anak-anaknya, cucu-cucunya, keponakan-keponakan untuk rajin bekerja, biar bisa bekerja. Bahkan saya juga dididik Mama untuk bekerja,” ungkap Enrico.

Menurut Enrico, pola pendidikan semacam itu tidak hanya diterapkan kepada Ressa, tetapi kepada seluruh anggota keluarga.

Bahkan, anak Enrico sendiri turut merasakan didikan langsung dari Emilia Contessa agar terbiasa bekerja keras sejak dini.

“Anak saya juga diajarkan untuk mau bekerja keras. Alhasil, dari masih SMP sudah punya etos kerja yang baik,” katanya.