Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Warga Patoman Timur Banyuwangi Tewas Terjatuh ke Sumur Sedalam 15 Meter

warga-patoman-timur-banyuwangi-tewas-terjatuh-ke-sumur-sedalam-15-meter
Warga Patoman Timur Banyuwangi Tewas Terjatuh ke Sumur Sedalam 15 Meter

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Peristiwa tragis terjadi di Dusun Patoman Timur, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Selasa (3/2).

Seorang warga setempat ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter.

Korban diketahui bernama Tahril, 66, warga Patoman Timur RT 003/RW 001. Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar dan memicu kerumunan di lokasi peristiwa.

Peristiwa nahas itu pertama kali dilaporkan ke Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi pada pukul 11.06 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkarmat langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 11.15 WIB dan mulai melakukan penanganan evakuasi sekitar pukul 11.48 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, insiden bermula sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu korban terlihat berada di tepi sumur dengan posisi membelakangi sumur sambil berjemur menghadap ke arah utara. N

amun, sekitar 15 menit kemudian, saksi tidak lagi melihat korban berada di lokasi tersebut.

Merasa curiga, saksi bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian. Dari hasil pencarian tersebut, korban diketahui telah terjatuh ke dalam sumur.

Salah seorang warga bahkan sempat turun ke dalam sumur, namun hanya menemukan sebuah songkok putih yang diduga kuat milik korban.

Warga yang panik kemudian menghubungi petugas Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan evakuasi.

Mengingat kedalaman sumur yang cukup ekstrem, proses penyelamatan dilakukan dengan prosedur khusus dan peralatan lengkap.

Tim Damkarmat menggunakan berbagai peralatan rescue, di antaranya tripod, tali karmantel, body harness, self contained breathing apparatus (SCBA), serta alat pelindung diri (APD) lengkap guna memastikan keselamatan petugas selama proses evakuasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup lama dan penuh tantangan.


Page 2

Selain karena kedalaman sumur, banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi juga menjadi kendala tersendiri.

“Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 12.51 WIB. Korban akhirnya berhasil dievakuasi, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Edy.

Menurut keterangan pihak keluarga, lanjut Edy, korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes yang telah dideritanya selama kurang lebih dua tahun.

Dugaan sementara, kondisi kesehatan korban turut memengaruhi kejadian tersebut.

“Informasi dari keluarga, korban memiliki riwayat penyakit diabetes,” tambahnya.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam operasi penyelamatan tersebut, Damkarmat Banyuwangi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Regu Brama 1 dan 3, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, perangkat desa, relawan Redkar, hingga warga setempat.

“Evakuasi cukup dramatis karena kondisi sumur sangat dalam dan banyak warga yang berjubel ingin melihat. Meski begitu, petugas berhasil menjalankan tugas dengan baik,” ungkap Edy.

Sementara itu, Kapolsek Rogojampi Kompol Imron memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga pun telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Tidak ada tanda kekerasan. Keluarga menolak dilakukan otopsi dan sudah menerima kematian korban. Jenazah langsung kami serahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan sumur terbuka di lingkungan sekitar, terutama bagi warga lanjut usia, guna mencegah kejadian serupa terulang. (rio/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Peristiwa tragis terjadi di Dusun Patoman Timur, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Selasa (3/2).

Seorang warga setempat ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter.

Korban diketahui bernama Tahril, 66, warga Patoman Timur RT 003/RW 001. Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar dan memicu kerumunan di lokasi peristiwa.

Peristiwa nahas itu pertama kali dilaporkan ke Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi pada pukul 11.06 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkarmat langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 11.15 WIB dan mulai melakukan penanganan evakuasi sekitar pukul 11.48 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, insiden bermula sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu korban terlihat berada di tepi sumur dengan posisi membelakangi sumur sambil berjemur menghadap ke arah utara. N

amun, sekitar 15 menit kemudian, saksi tidak lagi melihat korban berada di lokasi tersebut.

Merasa curiga, saksi bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian. Dari hasil pencarian tersebut, korban diketahui telah terjatuh ke dalam sumur.

Salah seorang warga bahkan sempat turun ke dalam sumur, namun hanya menemukan sebuah songkok putih yang diduga kuat milik korban.

Warga yang panik kemudian menghubungi petugas Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan evakuasi.

Mengingat kedalaman sumur yang cukup ekstrem, proses penyelamatan dilakukan dengan prosedur khusus dan peralatan lengkap.

Tim Damkarmat menggunakan berbagai peralatan rescue, di antaranya tripod, tali karmantel, body harness, self contained breathing apparatus (SCBA), serta alat pelindung diri (APD) lengkap guna memastikan keselamatan petugas selama proses evakuasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup lama dan penuh tantangan.