Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Dukung Operasi Keselamatan Semeru 2026, Kapolresta Banyuwangi Turun Langsung Tambal Jalan Berlubang

dukung-operasi-keselamatan-semeru-2026,-kapolresta-banyuwangi-turun-langsung-tambal-jalan-berlubang
Dukung Operasi Keselamatan Semeru 2026, Kapolresta Banyuwangi Turun Langsung Tambal Jalan Berlubang

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Gebrakan baru dilakukan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan untuk masyarakat Bumi Blambangan.

Tidak hanya fokus pada penegakan hukum lalu lintas, Kapolresta menunjukkan kepedulian nyata dengan menginisiasi gerakan menambal jalan berlubang di sejumlah titik rawan kecelakaan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran dan keselamatan berlalu lintas selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026.

Jalan-jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, menjadi sasaran utama penambalan.

Untuk merealisasikan gerakan tersebut, Kapolresta Banyuwangi mengerahkan para personel Polresta hingga jajaran Polsek di wilayah hukum Banyuwangi.

Para personel turun langsung ke lapangan dengan membawa material tambal jalan guna memperbaiki kondisi aspal yang mengalami kerusakan.

Penambalan jalan berlubang ini dilakukan secara swadaya oleh Polri sebagai wujud kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

Sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan dan memiliki tingkat kerusakan cukup parah menjadi prioritas penanganan.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, gerakan menambal jalan berlubang merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam perlindungan dan pelayanan keselamatan.

“Gerakan tambal jalan berlubang merupakan wujud kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat. Jalan berlubang berpotensi menimbulkan kecelakaan, sehingga kami berupaya melakukan langkah cepat dan preventif untuk meminimalisir risiko tersebut,” ujar Kapolresta.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengedepankan tindakan responsif, prediktif, dan humanis dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Polri, kata dia, tidak hanya hadir setelah terjadi kecelakaan, tetapi juga melakukan pencegahan sejak dini.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Polri hadir tidak hanya saat terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga sebelum hal itu terjadi. Ini bagian dari upaya pencegahan dan kepedulian kami terhadap pengguna jalan,” tambahnya.


Page 2

Kasat Samapta Polresta Banyuwangi Kompol Suhartanto menambahkan, kegiatan penambalan jalan berlubang ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Hal tersebut dilaksanakan sesuai arahan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan.

“Melalui Operasi Keselamatan ini, kami tidak hanya melakukan penegakan hukum dan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga berupaya memperbaiki sarana pendukung keselamatan, salah satunya dengan penambalan jalan berlubang,” jelas Suhartanto.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara swadaya oleh Polresta Banyuwangi dan bersifat sementara.

Penambalan dilakukan sembari menunggu adanya program perbaikan jalan secara permanen dari instansi terkait.

“Dengan adanya program penambalan jalan ini diharapkan dapat mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan di wilayah hukum Polresta Banyuwangi,” ungkapnya.

Penambalan jalan berlubang tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menyisir jalan-jalan protokol di 25 kecamatan se-Banyuwangi.

Kegiatan ini melibatkan peran aktif Polsek setempat guna memastikan seluruh wilayah mendapatkan perhatian yang sama.

Langkah tersebut selaras dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini bertujuan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang aman, nyaman, dan selamat.

“Sekaligus sebagai tahap awal cooling system menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026,” jelas Suhartanto.

Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar semakin patuh terhadap aturan berlalu lintas.

Di antaranya dengan selalu menggunakan helm berstandar SNI, membawa kelengkapan surat kendaraan, serta tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Kami harap masyarakat mengutamakan keselamatan saat berkendara. Tidak perlu memaksakan diri. Jika merasa lelah di jalan, sebaiknya berhenti sejenak untuk beristirahat,” pungkasnya. (rio/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Gebrakan baru dilakukan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan untuk masyarakat Bumi Blambangan.

Tidak hanya fokus pada penegakan hukum lalu lintas, Kapolresta menunjukkan kepedulian nyata dengan menginisiasi gerakan menambal jalan berlubang di sejumlah titik rawan kecelakaan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran dan keselamatan berlalu lintas selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026.

Jalan-jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, menjadi sasaran utama penambalan.

Untuk merealisasikan gerakan tersebut, Kapolresta Banyuwangi mengerahkan para personel Polresta hingga jajaran Polsek di wilayah hukum Banyuwangi.

Para personel turun langsung ke lapangan dengan membawa material tambal jalan guna memperbaiki kondisi aspal yang mengalami kerusakan.

Penambalan jalan berlubang ini dilakukan secara swadaya oleh Polri sebagai wujud kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

Sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan dan memiliki tingkat kerusakan cukup parah menjadi prioritas penanganan.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, gerakan menambal jalan berlubang merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam perlindungan dan pelayanan keselamatan.

“Gerakan tambal jalan berlubang merupakan wujud kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat. Jalan berlubang berpotensi menimbulkan kecelakaan, sehingga kami berupaya melakukan langkah cepat dan preventif untuk meminimalisir risiko tersebut,” ujar Kapolresta.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengedepankan tindakan responsif, prediktif, dan humanis dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Polri, kata dia, tidak hanya hadir setelah terjadi kecelakaan, tetapi juga melakukan pencegahan sejak dini.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Polri hadir tidak hanya saat terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga sebelum hal itu terjadi. Ini bagian dari upaya pencegahan dan kepedulian kami terhadap pengguna jalan,” tambahnya.