Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Pintu Masuk Banyuwangi Harus Berbenah, Pesan Tegas Bupati Ipuk di Musrenbang Wongsorejo

pintu-masuk-banyuwangi-harus-berbenah,-pesan-tegas-bupati-ipuk-di-musrenbang-wongsorejo
Pintu Masuk Banyuwangi Harus Berbenah, Pesan Tegas Bupati Ipuk di Musrenbang Wongsorejo

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Penyusunan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Banyuwangi digelar serentak secara virtual di 25 kecamatan se-Banyuwangi. Di Kecamatan Wongsorejo, kegiatan Musrenbang RKPD 2026 tersebut dipusatkan di Aula Pendopo Kecamatan, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri para kepala desa se-Kecamatan Wongsorejo, Kepala Puskesmas Bajulmati dan Wongsorejo, Kepala Satuan Wilayah Kerja Pendidikan Wongsorejo, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Musrenbang berlangsung interaktif dengan dialog langsung antara para camat dan Bupati Banyuwangi.

Dalam sesi dialog tersebut, hanya tiga camat yang diberi kesempatan menyampaikan laporan dan aspirasi, yakni Camat Glenmore, Camat Wongsorejo, dan Camat Tegaldlimo. Camat Wongsorejo yang baru tiga hari bertugas, Mohammad Mahfud, memanfaatkan momentum tersebut untuk memaparkan kondisi serta tantangan wilayah yang dipimpinnya.

Mahfud menyoroti persoalan anak tidak sekolah (ATS), stunting, serta komitmennya membenahi Kecamatan Wongsorejo secara menyeluruh. “Meskipun saya baru, baru tiga hari ini, kami sudah mendapat dukungan penuh dari para kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Mereka menyambut kami dengan baik dan berharap Wongsorejo tetap kondusif,” ujarnya.

Ia menegaskan, sesuai arahan Bupati Banyuwangi, penanganan stunting akan menjadi perhatian utama. Pihaknya berkomitmen sejak awal untuk bekerja sama dengan para kepala desa dan puskesmas, baik Puskesmas Bajulmati maupun Puskesmas Wongsorejo. “Data anak stunting dan anak tidak sekolah sudah kami himpun. Berdasarkan laporan kelompok belajar mandiri (KBM), angka ATS mulai berkurang. Seluruh persoalan ke depan akan kami pecahkan bersama para kades, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” imbuhnya.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan arahan tegas sekaligus motivasi agar Kecamatan Wongsorejo dapat “naik kelas”. Menurutnya, capaian pembangunan di Wongsorejo perlu terus ditingkatkan mengingat wilayah tersebut merupakan pintu masuk Kabupaten Banyuwangi.

“Pak Camat, capaian perlu ditingkatkan. Wongsorejo ini pintu masuk Banyuwangi. Saya minta perhatian khusus pada kebersihan, penanganan sampah, serta penertiban bangunan-bangunan liar. Karena saya sering lewat Wongsorejo, dan pasti saya mampir ke Pak Camat,” pesan Bupati Ipuk.

Selain itu, Bupati Ipuk juga menitipkan pesan terkait penataan ruang terbuka hijau (RTH), pembinaan pedagang kaki lima (PKL), serta pengembangan potensi wisata dan ekonomi lokal. “Wongsorejo punya potensi wisata besar, seperti Grand Watu Dodol (GWD) dan Bangsring Underwater yang diminati wisatawan. Itu harus dijaga bersama. RTH perlu ditata, PKL dibina. Wongsorejo juga punya potensi ekonomi unggulan, seperti tahu Wongsorejo yang sudah terkenal, serta rumput laut yang perlu dikembangkan dan dipromosikan agar memiliki nilai jual lebih tinggi,” pungkasnya.

(Venus Hadi)