Aksi Solidaritas untuk Wartawan Mojokerto

0
133

BANYUWANGI – Belasan wartawan media cetak dan elektronik menggelar aksi damai di depan Mapolres Banyuwangi kemarin (11/2). Para jurnalis itu mengecam kekerasan yang di lakukan oknum aparat keamanan terhadap para wartawan di Mojokerto Minggu (10/2) lalu. Sambil menutup mulut dengan lakban hitam, para wartawan mengusung sejumlah pos ter yang berisi kecaman terhadap aparat keamanan yang telah melakukan kekerasan ke pada wartawan. Di antara poster yang diusung itu bertulisan “Stop Kekerasan Pada Jurnalis, Jurnalis Dilindungi bukan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Di pukuli, dan Usut Pelaku Kekerasan JurnalisMojokerto”. “Tolak kekerasan terhadap wartawan,”cetus Ika Ningtiyas, salah satu jurnalis,dalam orasinya siang kemarin Ika menyampaikan, aksi kekerasan yang dilakukan aparat ke amanan terhadap para wartawan saat melaksanakan tugas jurnalistik itu adalah pelanggaran. Sebab, wartawan da lam melaksanakan tugas jurnalistik dilindungi undang-undang. “Kekerasan ini bukan yang pertama, dan saya yakin juga bukan yang terakhir,” katanya.

Ika membeberkan, dalam aksi kekerasan di Mojokerto itu, banyak wartawan menjadi bulan-bulanan aparat keamanan saat melakukan liputan. Bahkan, salah satu wartawan Harian Memorandum, Mujiono, mengalami luka cukup parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit. “Pelaku kekerasan harus diproses sesuai Undang-Undang Pers,” pintanya. Dalam aksi itu, Ika juga menuntut Kapolri dan Kapolda Jawa Timur memberi atensi khusus terkait kekerasan terhadap wartawan.

Sebab, kekerasan terhadap wartawan akan merusak demokrasi. “Wartawan adalah pilar demokrasi,” sebutnya. Selain menggelar orasi, para wartawan dalam aksi tersebut juga menggelar teatrikal. Dalam teatrikal itu digambarkan, wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik diseret lalu dihajar  sejumlah anggota kepolisian. Akibat kekerasan itu, salah satu wartawan mengalami luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Usai menggelar aksi teatrikal di depan Mapolres Banyuwangi, para wartawan menemui Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi.

Lantaran Kapolres Na nang sedang ada tugas di luar kota, akhirnya mereka ditemui Kabag Ops Kompol Sudjarwo. “Kami mengapresiasi aksi solidaritas yang dilakukan teman-teman wartawan,” kata Kompol Sudjarwo. Sudjarwo menyebut, dalam melaksanakan tugas, aparat kepolisian harus selalu berdasar aturan. Itu akan dilakukan semua anggota Polres Banyuwangi. “Insyaallah kita tidak akan melakukan kekerasan,” cetusnya.  (radar)

Loading...