Anak-Anak Segobang Belajar Jaranan Barong Cilik “Kasmaran”

0
1670

Terlihat alat musik seperti gong, kenong  dan kendang berjejer di sekeliling pria berambut panjang itu. Begitu tahu ada tamu, dia pun langsung meminta agar anak-anak asuhnya melanjutkan latihan. Sambil duduk bersila di atas rumput, Pak  Kumis mengajak saya ngobrol.

Sambil menghidupkan rokok  kretek yang dari tadi diselipkan di telinganya Pak Kumis mengajak saya berbincang. Tak lama obrolan kami mengarah pada cerita tentang asal muasal barong cilik yang dikelolanya. Pak Kumis mengatakan, grup ini baru berusia sekitar enam bulan.

Loading...

Awalnya ada beberapa anak usia sekolah dasar yang datang ke  rumahnya untuk minta diajari   bermain alat musik tradisional. Meski Pak Kumis bukanlah orang asli Segobang, tetapi anak-anak kecil  itu senang datang ke rumahnya. Setelah diajari bermain alat  musik, anak-anak itu kembali  mengajukan permohonan lagi  kepadanya. Kali ini anak-anak yang berjumlah tujuh orang itu  ingin dibuatkan grup barong. Pak Kumis pun memutar otak mencari cara untuk mewujudkan permintaan anak-anak itu.

“Saya  ini aslinya Tenggarong, Kalimantan. Jadi tidak punya darah Oseng. Tapi saya tahu anak-anak ini keinginannya kuat. Harus bisa diakomodasi,” kata Pak Kumis.  Karena ingin mewujudkan keinginan anak-anak, Pak Kumis  pun akhirnya berusaha mencari  referensi. Beberapa jenis kaset kese nian barong dibelinya. Kemudian selama beberapa kali, tiap  kali ada kesenian barong Pak Kumis   akan datang dan menyaksikan.

“Anak-anak saya suruh latihan  alat musik. Latihan kompak, begitu  sudah kompak, kita mulai pakai barong,” kata kakek satu cucu itu. Tak lama, anak-anak yang diasuhnya mulai berlatih kesenian barong. Berbekal apa yang dilihatnya selama ini, Pak Kumis mulai memainkan pitik-pitikan dan barong yang diiringi musik gamelan. Pesertanya semua anak-anak, mulai usia 9 tahun  sampai 14 tahun.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last