Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Andre Rosiade Ajak Menteri PU Tinjau Lembah Anai, Jalan Tol Terowongan Disiapkan sebagai Solusi Permanen Jalur Padang–Bukittinggi

andre-rosiade-ajak-menteri-pu-tinjau-lembah-anai,-jalan-tol-terowongan-disiapkan-sebagai-solusi-permanen-jalur-padang–bukittinggi
Andre Rosiade Ajak Menteri PU Tinjau Lembah Anai, Jalan Tol Terowongan Disiapkan sebagai Solusi Permanen Jalur Padang–Bukittinggi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Penanganan jalur nasional Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), kembali menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan DPR RI.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengajak Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi jalan dan jembatan di kawasan tersebut, Rabu (28/1/2026).

Peninjauan ini turut dihadiri Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, Bupati Tanah Datar Eka Putra, serta jajaran Kepala Balai Kementerian PU di Sumbar.

Lembah Anai sendiri merupakan jalur nasional strategis yang menghubungkan Padang–Bukittinggi, sekaligus menjadi salah satu urat nadi utama perekonomian Sumatra Barat.

Namun selama bertahun-tahun, ruas ini dikenal rawan longsor dan kerap mengalami penutupan total.

Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas sering diberlakukan sistem buka-tutup, bahkan lumpuh dalam waktu lama, sehingga menimbulkan dampak ekonomi dan risiko keselamatan bagi masyarakat.

Andre: Tak Bisa Lagi Setengah-Setengah

Andre Rosiade menegaskan kondisi buka-tutup jalur Lembah Anai tidak bisa terus dibiarkan berlarut-larut.

Menurutnya, gangguan di jalur ini berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi, distribusi barang, pariwisata, hingga mobilitas masyarakat Sumbar secara keseluruhan.

“Ini jalur utama Padang–Bukittinggi. Kalau terganggu, dampaknya terasa ke seluruh Sumatra Barat. Karena itu penanganannya harus permanen, serius, dan tidak setengah-setengah,” tegas Andre di sela peninjauan.

Ia menilai, solusi tambal sulam tidak lagi memadai untuk kawasan dengan tingkat kerawanan longsor setinggi Lembah Anai.

Karena itu, Andre mendorong pemerintah pusat agar menghadirkan solusi jangka panjang yang mampu menjamin kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

Dorong Jalan Tol sebagai Jalur Alternatif

Lebih lanjut, Andre menekankan bahwa dorongan pembangunan jalan tol di Sumatra Barat bukan sekadar proyek infrastruktur baru, melainkan kebutuhan strategis.

Jalan tol dinilai penting sebagai jalur alternatif ketika ruas nasional Lembah Anai maupun Malalak mengalami gangguan akibat longsor atau cuaca ekstrem.

“Jalur Lembah Anai dan Malalak adalah urat nadi ekonomi Sumatera Barat. Karena hampir setiap tahun rusak, kita dorong solusi permanen melalui jalan tol yang melewati terowongan. Insyaallah akhir 2026 mulai dikerjakan,” kata Andre.


Page 2


Page 3

Menurutnya, keberadaan tol dengan terowongan akan mengurangi ketergantungan pada jalur rawan longsor sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumbar.

Menteri PU: Penanganan Permanen Sudah Dimulai

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa ruas Lembah Anai sejatinya telah kembali berfungsi sejak 16 Desember 2025.

Meski demikian, ia memastikan penanganan tidak berhenti pada solusi darurat, melainkan ditingkatkan menjadi konstruksi permanen.

“Pekerjaan permanen sudah dimulai. Ada bore pile, perkuatan struktur, serta penanganan tebing. Saya instruksikan agar H-7 Lebaran jalur ini sudah bisa difungsikan 24 jam penuh dua jalur, tidak lagi terbatas jam seperti sekarang,” tegas Dody di lokasi proyek yang dikerjakan PT Hutama Karya Indonesia (HKI).

Ia menyebut, pemerintah pusat menargetkan penanganan permanen Lembah Anai dapat diselesaikan pada Juli 2026.

Upaya tersebut meliputi penguatan struktur jalan, stabilisasi tebing, hingga perbaikan sistem drainase untuk meminimalkan risiko longsor.

Tol Terowongan Sicincin–Bukittinggi

Selain penanganan permanen ruas eksisting, Kementerian PU juga tengah mengunci rencana pembangunan jalan tol sebagai solusi jangka panjang.

Tol tersebut direncanakan menghubungkan Sicincin menuju Bukittinggi dengan terowongan sepanjang sekitar 3,5 kilometer yang menembus kawasan perbukitan.

“Kami menyiapkan jalan tol dari Sicincin menuju Bukittinggi dengan terowongan sekitar 3,5 kilometer menembus bukit ini. Penanganan Lembah Anai dan pembangunan tol akan disinkronkan agar saling mendukung dan tidak saling mengganggu,” jelas Dody.

Menurutnya, pembangunan tol dan penanganan Lembah Anai harus berjalan seiring agar konektivitas Sumbar semakin kuat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Seluruh Titik Rawan Ditangani Permanen

Dody juga menegaskan penguatan tebing akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk di kawasan Malalak yang juga dikenal rawan longsor.

Metode shotcrete, perkuatan struktur, serta penanganan geoteknik akan diterapkan di seluruh titik kritis.

“Seluruh titik rawan longsor ditargetkan ditangani permanen paling lambat Desember 2026, termasuk penyediaan jalur alternatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh langkah penguatan infrastruktur tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar masyarakat selalu memiliki akses jalan, meskipun jalur utama mengalami gangguan.

“Pak Presiden memerintahkan agar ada tambahan ruas jalan. Jadi kalau jalur utama terganggu, masyarakat tetap punya akses. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” pungkas Dody.