Anggap Ketapang seperti Jembatan Bergerak

0
203

SEMENTARA itu, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) RI, Bambang Susantono menganggap lalu-lintas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk memiliki nilai strategis dalam membentuk sabuk selatan transportasi Indonesia. Pe-labuhan kebanggaan masyarakat Banyuwangi, ini dianggap sebagai jembatan bergerak (movable bridge) penghubung Pulau Jawa dan Bali.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hal itu dia sampaikan saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Pelabuhan Ketapang kemarin (12/8). Wamenhub Bambang mengatakan, lintasan penyeberangan di Selat Bali tersebut tidak hanya menyeberangkan kendaraan yang memuat kebutuhan pokok dan barang-barang ekonomi.

Lebih dari itu, jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk juga menyeberangkan warga yang hendak berwisata. “Untuk itu, pada masa Lebaran ini, peran sentral peran sentral penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, sebagai urat nadi ekonomi kawasan selatan Indonesia perlu mendapat perhatian lebih,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas; Kepala Cabang (Kacab) PT Indonesia Ferry Ketapang, Waspada Heruwan to; Kapolres AKBP Nanang Masbudi; Dandim Letkol (Kav) Muslimin Fahsah; Danlanal Letkol Laut (P) M. Nazief; dan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi, tersebut Wamenhub memaparkan, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Administrator Pelabuhan dan Operator Penyeberangan ASDP.

Di antaranya, keselamatan; koordinasi antar pemangku kepentingan; komunikasi kepada masyarakat; kepedulian terhadap penumpang lanjut usia (lansia), wanita, dan anak-anak; dan keteraturan dalam menjaga antrean kendaraan dan penumpang. Wamenhub menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada pengelola armada penyeberangan, jika tetap nekat mengoperasikan armada yang tidak lain jalan.

“Kita akan memberikan sanksi sesuai dengan pelanggarannya,” tegasnya. Sementara itu, dalam papa-rannya Kacab PT Indonesia Ferry Ketapang, Waspada He-ruwanto mengatakan, lahan parkir kendaraan di areal Pe-labuhan Ketapang mencapai 323 unit. Tidak hanya itu, untuk mengantisipasi membeludak-nya jumlah kendaraan, pihak ASDP juga menyiapkan lahan parkir di beberapa lokasi.

Antara lain, di lapangan Stasiun Banyuwangi Baru dengan kapasitas 250 unit kendaraan, di terminal Tanjung Wangi dengan daya tampung 1.250 unit kendaraan, dan di lahan milik PT ASDP di Kelurahan Bulusan dengan kapasitas 2.000 unit kendaraan. Waspada menambahkan, pada musim mudik Lebaran tahun ini, pihaknya menyediakan 35 unit kapal dengan total trip mencapai 6.421 kali.

Dia memprediksi, jumlah penumpang yang akan menyeberang mencapai 1.072.045 orang, kendaraan roda dua mencapai 159.722 unit, dan kendaraan roda empat berjumlah 125.925 unit. “Dalam kondisi normal, kapal yang beroperasi 27 unit. Dalam kondisi padat kapal yang beroperasi 30 unit. Sedangkan dalam kondisi sangat padat penumpang, 35 unit kapal akan beroperasi seluruh-nya,” pungkasnya.(radar)

Loading...