Anggap Ketapang seperti Jembatan Bergerak

0
360

SEMENTARA itu, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) RI, Bambang Susantono menganggap lalu-lintas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk memiliki nilai strategis dalam membentuk sabuk selatan transportasi Indonesia. Pe-labuhan kebanggaan masyarakat Banyuwangi, ini dianggap sebagai jembatan bergerak (movable bridge) penghubung Pulau Jawa dan Bali.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hal itu dia sampaikan saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Pelabuhan Ketapang kemarin (12/8). Wamenhub Bambang mengatakan, lintasan penyeberangan di Selat Bali tersebut tidak hanya menyeberangkan kendaraan yang memuat kebutuhan pokok dan barang-barang ekonomi.

Lebih dari itu, jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk juga menyeberangkan warga yang hendak berwisata. “Untuk itu, pada masa Lebaran ini, peran sentral peran sentral penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, sebagai urat nadi ekonomi kawasan selatan Indonesia perlu mendapat perhatian lebih,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas; Kepala Cabang (Kacab) PT Indonesia Ferry Ketapang, Waspada Heruwan to; Kapolres AKBP Nanang Masbudi; Dandim Letkol (Kav) Muslimin Fahsah; Danlanal Letkol Laut (P) M. Nazief; dan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi, tersebut Wamenhub memaparkan, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Administrator Pelabuhan dan Operator Penyeberangan ASDP.

Loading...

Di antaranya, keselamatan; koordinasi antar pemangku kepentingan; komunikasi kepada masyarakat; kepedulian terhadap penumpang lanjut usia (lansia), wanita, dan anak-anak; dan keteraturan dalam menjaga antrean kendaraan dan penumpang. Wamenhub menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada pengelola armada penyeberangan, jika tetap nekat mengoperasikan armada yang tidak lain jalan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2