Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Angin Kencang di Gambiran Banyuwangi Terbangkan Atap Rumah Lansia, Kerugian Ditaksir Rp 1,5 Juta

angin-kencang-di-gambiran-banyuwangi-terbangkan-atap-rumah-lansia,-kerugian-ditaksir-rp-1,5-juta
Angin Kencang di Gambiran Banyuwangi Terbangkan Atap Rumah Lansia, Kerugian Ditaksir Rp 1,5 Juta

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Banyuwangi. Kali ini, terjangan angin menyebabkan satu unit rumah milik warga lanjut usia di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, mengalami kerusakan pada bagian atap.

Rumah tersebut diketahui milik Suprihati, 70. Atap rumah yang terbuat dari lembaran asbes dilaporkan “terbang” tersapu angin saat cuaca buruk melanda wilayah tersebut pada Kamis (5/3) sekitar pukul 10.00.

Akibat kejadian tersebut, sebagian atap rumah mengalami kerusakan cukup parah sehingga memerlukan perbaikan.

WhatsApp-Image-2026-02-27-at-1526231-433

Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Alam Kecamatan Gambiran, Itnur Suganto, mengatakan bahwa angin kencang datang secara tiba-tiba saat kondisi cuaca di wilayah tersebut sedang tidak menentu.

Terjangan angin yang cukup kuat membuat atap rumah yang terbuat dari asbes tidak mampu bertahan.

“Angin kencang terjadi sekitar pukul 10.00 kemarin. Akibatnya, atap rumah milik Ibu Suprihati mengalami kerusakan,” ujarnya.

Itnur menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di lokasi kejadian, terdapat sekitar sepuluh lembar asbes yang rusak.

Selain itu, beberapa kayu usuk yang menjadi rangka penyangga atap juga mengalami kerusakan.

Kayu usuk sendiri merupakan bagian penting dari konstruksi atap rumah yang berfungsi sebagai rangka atau tulang penopang lembaran penutup atap.

“Sepuluh lembar asbes serta beberapa kayu usuk rusak akibat terjangan angin,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu penyebab kerusakan tersebut diduga karena kondisi atap rumah yang sudah cukup lama sehingga tidak lagi cukup kuat menahan tekanan angin yang datang.

“Diduga usia atap yang sudah lama membuatnya tidak kuat menahan terjangan angin kencang,” kata Itnur.

Sementara itu, Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto mengatakan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya rumah warga yang terdampak angin kencang.


Page 2

Petugas kepolisian bersama tim reaksi cepat penanggulangan bencana kecamatan serta perangkat pemerintah desa langsung melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi kejadian.

“Begitu mendapat laporan adanya warga yang terkena musibah, kami bersama tim reaksi cepat kecamatan dan pemerintah desa langsung datang ke lokasi,” ujarnya.

Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Saat kejadian, penghuni rumah berada di dalam rumah namun tidak tertimpa material yang jatuh.

Meski demikian, kerusakan pada bagian atap menyebabkan sebagian rumah terbuka dan berpotensi terdampak hujan apabila tidak segera diperbaiki.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,5 juta.

Petugas yang datang ke lokasi juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.

Laporan tersebut disampaikan agar pemilik rumah bisa mendapatkan bantuan, baik berupa material bangunan maupun perbaikan rumah.

“Sudah kami laporkan ke BPBD Banyuwangi agar bisa mendapatkan bantuan atau perbaikan rumah,” jelas AKP Dwi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat musim hujan yang sering disertai angin kencang.

Warga juga diimbau untuk memeriksa kondisi bangunan rumah, khususnya bagian atap, agar tetap kuat dan aman menghadapi cuaca buruk.

Dengan kondisi atap yang kokoh, risiko kerusakan akibat angin kencang dapat diminimalkan sehingga keselamatan penghuni rumah tetap terjaga. (why/sgt)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Banyuwangi. Kali ini, terjangan angin menyebabkan satu unit rumah milik warga lanjut usia di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, mengalami kerusakan pada bagian atap.

Rumah tersebut diketahui milik Suprihati, 70. Atap rumah yang terbuat dari lembaran asbes dilaporkan “terbang” tersapu angin saat cuaca buruk melanda wilayah tersebut pada Kamis (5/3) sekitar pukul 10.00.

Akibat kejadian tersebut, sebagian atap rumah mengalami kerusakan cukup parah sehingga memerlukan perbaikan.

WhatsApp-Image-2026-02-27-at-1526231-433

Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Alam Kecamatan Gambiran, Itnur Suganto, mengatakan bahwa angin kencang datang secara tiba-tiba saat kondisi cuaca di wilayah tersebut sedang tidak menentu.

Terjangan angin yang cukup kuat membuat atap rumah yang terbuat dari asbes tidak mampu bertahan.

“Angin kencang terjadi sekitar pukul 10.00 kemarin. Akibatnya, atap rumah milik Ibu Suprihati mengalami kerusakan,” ujarnya.

Itnur menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di lokasi kejadian, terdapat sekitar sepuluh lembar asbes yang rusak.

Selain itu, beberapa kayu usuk yang menjadi rangka penyangga atap juga mengalami kerusakan.

Kayu usuk sendiri merupakan bagian penting dari konstruksi atap rumah yang berfungsi sebagai rangka atau tulang penopang lembaran penutup atap.

“Sepuluh lembar asbes serta beberapa kayu usuk rusak akibat terjangan angin,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu penyebab kerusakan tersebut diduga karena kondisi atap rumah yang sudah cukup lama sehingga tidak lagi cukup kuat menahan tekanan angin yang datang.

“Diduga usia atap yang sudah lama membuatnya tidak kuat menahan terjangan angin kencang,” kata Itnur.

Sementara itu, Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto mengatakan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya rumah warga yang terdampak angin kencang.