Azrul Lepas Anak Penyu ”Michaelangelo”

0
126

azrulBANYUWANGI – Peserta simulasi Jawa Pos Cycling Audax East Java 2014 sampai di garis finish, sore kemarin. Setelah menempuh perjalanan sejauh sekitar 103 kilometer (Km) dari Jember ke Banyuwangi, para peserta simulasi disambut special surprise begitu mencapai garis fi nish di Pantai Boom Banyuwangi. Begitu menjejakkan kaki di Pantai Boom, peserta langsung disambut panorama Selat Bali yang begitu menawan.Ditambah lagi kebersihan pantai yang terjaga dengan baik semakin menambah nyaman suasana.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Seolah belum cukup, peserta juga diajak “berselancar” ke dunia yang mungkin belum pernah mereka alami sebelumnya. Ya, setelah beristirahat sejenak seraya menikmati es kelapa muda di deretan warung yang berlokasi di kawasan Pantai Boom, puluhan peserta Jawa Pos Cycling Audax East Java 2014 tersebut lantas diajak melepas anak penyu alias tukik ke laut lepas. Hal lain yang tak kalah membuat peserta simulasi kemarin berdecak kagum adalah, tukik yang dilepas ke laut merupakan hasil penetasan telur penyu yang mendarat di kawasan Pantai Boom itu sendiri. 

Upaya pelestarian penyu di kawasan pantai timur Banyuwangi, termasuk di Pantai Boom memang tengah digencarkan oleh Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) alias Yayasan Penyu Banyuwangi dengan bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi. “Di Banyuwangi ini penyunya unik. Jika di tempat lain penyu baru mau mendarat dalam kondisi sepi dan biasanya itu terjadi di pantai yang terpencil. Namun di Banyuwangi “rumus” itu tidak berlaku.

Penyu di sini (Pantai Boom) mau mendarat di tempat yang ramai, bahkan mereka mau mendarat untuk bertelur meskipun ada orang yang menyentuh tubuhnya,” ungkap Penasihat BSTF Ir Kuswaya. Sementara itu, setelah mendapat penjelasan singkat tentang penyu yang hidup di kawasan Pantai Boom oleh Kuswaya, pa ra cyclist langsung diajak ke tepi pantai untuk melepas tukik ke laut lepas. Pelepasan tukik tersebut juga diikuti Bupati Abdullah Azwar Anas, Wabup Yusuf Widyatmoko, Sekkab Slamet Karyono, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Banyuwangi, dan Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi.  

Loading...

Lantaran sangat antusias, para peserta simulasi audax tampak berjingkrak-jingkrak tanda girang ketika tukik yang mereka lepas di bibir pantai itu berhasil mencapai air laut. “Terus terang, bagi saya pribadi, yang paling surprise ya saat penutupan ini. Kita diajak melepaspenyu ke laut, dan itu kali pertama bagi saya,” ujar Roy, peserta simulasi Jawa Pos Cycling Audax East Java 2014. Senada dengan Roy, peserta asal Surabaya Road Bike Community (SRBC) Azrul Ananda mengatakan, melepas penyu adalah pengalaman pertama bagi dirinya.

“Terima kasih Pak Bupati (Abdullah Azwar Anas). Hari ini kita bisa melakukan pelepasan penyu bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi,” kata dia. Dikatakan, saat even Jawa Pos Cycling Audax East Java 2014 yang sebenarnya digelar September mendatang, pihaknya akan mengajak peserta untuk ikut berkontribusi terhadap pelestarian penyu di Banyuwangi. “Ini inspiratif sekali,” cetus Direktur Utama Jawa Pos Koran tersebut. Uniknya, Azrul memberi nama penyu yang dia lepas kemarin Michaelangelo. 

Dia mengaku, nama itu sesuai dengan nama tokoh kartun favoritnya,yakni salah satu dari empat so sok Kura-kura ninja. “Penyu yang saya lepas saya kasih nama Michaelangelo. Mudah-mudahan selamat. Karena itu kura-kura ninja favorit saya. Meskipun yang saya lepas hari ini (kemarin) bukan kura-kura tetapi penyu,” tuturnya seraya tersenyum. Di sisi lain, Azrul mengaku peserta Jawa Pos Cycling Audax East Java 2014 melebihi ekspektasi. Awalnya, peserta ditarget sebanyak 250 orang, namun ternyata justru terealisasi sebanyak 315 orang.

“Ini audax paling besar di Indonesia. Tahun lalu hanya sekitar 275 peserta. Ini dua hari, jauh lebih panjang, jauh lebih sulit,di Indonesia tidak ada audax yang pesertanya di atas 300 orang,” paparnya. Ditanya mengapa memilih Banyuwangi sebagai lokasi finish Jawa Pos Cycling Audax East Java 2014? Azrul mengaku hal itu dilakukan lantaran dirinya sangat terkesan dengan Bupati Banyuwangi sekaligus sangat terkesan dengan Kota Banyuwangi. Azrul menambahkan, dirinya sudah berkeliling Indonesia.  

Dia sudah pernah pula mengikuti 75 penerbangan dalam 90 hari. Nah, dari seluruh tempat yang dikunjungi, masing-masing memiliki aura yang berbeda. Menurut Azrul, Banyuwangi memiliki aura semangat.Karena sangat terkesan dengan Banyuwangi, Azrul mengaku akan mengajak keluarganya berkunjung ke Banyuwangi saat even Jawa Pos Cycling Audax East Java 2014 berlangsung September mendatang. “Saya akan mengajak keluarga saat even. Apalagi pantainya sudah seperti ini (bersih). Anak saya juga suka pantai. Apalagi bisa melepas penyu. Jadi ada klimaksnya acaranya nanti,” pungkasnya. (radar)

Loading...