Bangunan Masjid Bergaya Tiongkok

0
639

banguanSRONO – Akulturasi budaya Tiongkok dan Islam tampak jelas tergambar di salah satu masjid di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono. Bangunan masjid di Desa Bagorejo itu nyaris menyerupai klenteng. Warnanya yang ngejreng dan ada beberapa lampion di sudut masjid, semakin mempertegas kekhasan Tiongkok di masjid tersebut. Berada di pinggir saluran irigasi Blambangan, masjid tersebut memiliki nama asli Al-Mukasyafah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Tetapi, masyarakat sekitar lebih familiar menyebut bangunan tempat ibadah umat Islam itu dengan sebutan Masjid Merah atau Masjid Buah Naga. Bukan tanpa alasan kenapa banyak julukan yang dialamatkan kepada masjid itu. Salah satu aktivis masjid Al-Mukasyafah, Muhtarom menuturkan, banyak masyarakat yang menyebut masjid itu dengan sebutan Masjid Merah. Itu karena masjid itu didominasi warna merah.

Selain merah, sejatinya masjid itu juga memiliki warna lain yang mendominasi, yakni hijau dan kuning. “Masyarakat banyak bilang ini Masjid Merah. Mungkin karena warna merah mendominasi,” ujar Muhtarom. Sementara itu, masjid tersebut disebut Masjid Buah Naga lantaran bentuk kubah masjid itu mirip kulit buah naga. Masjid tersebut penuh lampion, mirip klenteng jelang Imlek. “Masjid ini terinspirasi Masjid Laksamana  Cheng Ho. Ya bentuknya memang mirip kelenteng. Inilah masjid kreasi pemuda sini,” imbuh Muhtarom. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Meriahnya Tradisi Endog-endogan Banyuwangi, Arak Ribuan Telur dari 5 Penjuru