Banyuwangi Dapat Penghargaan IDSA

0
376

banyuwangiSebagai Pioneer Masyarakat Digital


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring menyerahkan penghargaan The Pioneer of Digital Society untuk Kabupaten Banyuwangi dalam ajang Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2013 di Jakarta kemarin (30/4). Selain dinobat kan sebagai daerah pelopor digital so ciety, Banyuwangi juga mendapatkan certificate of acknowledgement pada kategori overall society.

Ada em pat kriteria penilaian dalam IDSA, yaitu perencanaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), upa ya perwujudan rencana TIK, ting kat penetrasi dan penggunaan in ternet (usership), dan manfaat yang bisa dinikmati dalam meng gunakan internet (benefit). Penghargaan tersebut berdasar hasil survei yang dilakukan di 99 kota/kabupaten di Menkominfo Tifatul Sem biring mengatakan, pe ningkatan jaringan internet di dae rah mempunyai dampak po sitif signifi kan terhadap ma syarakat.

Riset Bank Dunia menunjukkan, setiap per tumbuhan broadband 10 persen akan mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi (produk domestik bruto/PDB) hingga 1,3 persen. Tifatul menjelaskan, kesenjangan spasial atau georeference bisa diatasi dengan menggelar broadband yang masif ke daerah- daerah. Digitalisasi daerah bisa mempercepat peningkatan daya saing (competitiveness) daerah.

”Saya mengapresiasi pro gram inovasi Banyuwangi yang menjadi kota pertama yang dipilih Telkom untuk menjadi kota yang digital friendly dengan 10.000 WiFi,” kata Tifatul. Dampaknya digital friendly itu, lanjut Tifatul, luar biasa di sektor pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, mengembangkan dunia usaha, dan mempercepat pelayanan publik. Karena itu, Menkominfo Tifatul mendorong Banyuwangi terus berinovasi meningkatkan IT demi menyejahterakan rakyat.

Sementara itu, saat ini telah terpasang 1.100 WiFi di Banyuwangi. 2014 mendatang, di Banyuwangi ditarget terpasang 10.000 titik. Instrumen TIK telah digunakan untuk mengembangkan berbagai sektor  kehidupan di Banyuwangi, mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, keagamaan khususnya pembayaran zakat, hingga berbagai macam pelayanan pemerintah daerah ke masyarakat. Percepatan pembangunan infrastruktur dunia maya itu di rangkai dalam program Banyuwangi Digital Society (B-Diso).

Bupati Anas mengatakan, digitalisasi daerah diharapkan bisa meningkatkan per ge rakan ekonomi lokal. Digitalisasi daerah juga akan mengefisienkan kehidupan publik. Instrumen teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah kebutuhan wajib dalam menghadapi tantangan zaman. ”Dalam dunia yang semakin tanpa batas, borderless, semua orang bisa mengakses pengetahuan, mencari inspirasi bisnis, hingga mengembangkan dunia usaha melalui internet,” kata Bupati Anas.

Masyarakat harus memanfaatkan instrumen TIK secara positif demi meningkatkan kualitas kehidupan sosial-ekonomi. Pemkab Banyuwangi akan memanfaatkan instrumen TIK untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. ”Kami akan mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis TIK demi memacu kualitas layanan publik secara efektif dan efisien,” tekadnya. Ada dua pilar yang akan di bangun, ungkap mantan anggota DPR RI itu, yakni pengelolaan sistem informasi manajemen (management information system) dan peningkatan pelayanan publik menggunakan instrumen TIK.

Bupati Anas optimistis infrastruktur dunia maya tersebut akan menjadi pemicu pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. ”Jalan tol di dunia maya yang di bangun di Banyuwangi ini bisa dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar dari dunia usaha di Banyuwangi. Selain itu, bisa digunakan menciptakan inovasi baru dari sisi peningkatan nilai tambah produk atau layanan jasa services,” pungkasnya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :