detik.com
Kapal Cepat Express Bahari yang melayani perjalanan Banyuwangi – Denpasar – Banyuwangi akan berhenti melayani penumpang selama sepekan. Ini karena cuaca buruk.
Sebelumnya, pada Minggu (18/1/2026) lalu, kapal Cepat Express Bahari membawa 30 orang penumpang dari Banyuwangi ke Denpasar dengan kondisi cuaca normal. Namun, saat kembali melakukan perjalanan Denpasar – Banyuwangi perjalanan terkendala oleh tingginya gelombang hingga 4 meter.
Penanggung jawab bagian kamar mesin yang tengah bertugas pada perjalanan tersebut, Adi mengatakan saat perjalanan kembali ke Banyuwangi kapal harus menyusuri tepian pantai perlahan dan mencari rute teraman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jalannya perlahan, menyusuri di pinggir tidak berhenti masih tetap jalan tapi mengikuti arus yang aman untuk sampai ke Boom,” kata Adi, Selasa (27/1/2026).
Tinggi gelombang yang diterjang hari itu bahkan mencapai 4 meter, dimana kondisi cuaca mendadak berubah saat kapal telah melakukan perjalanan ke Banyuwangi.
“Kalau di aplikasi gelombang aman, tapi pas sudah jalan itu ombak tinggi. Pas berbarengan dengan gempa di Pacitan itu,” tambahnya.
Akibat kondisi tersebut, kapal terpaksa berhenti beroperasi pada hari Senin (19/1/2026) hingga hari ini dan diperkirakan akan sandar hingga 29 Januari mendatang.
“Mulai Senin itu sudah tidak jalan dan sepertinya akan sampai akhir bulan nanti informasinya,” terang Adi.
Selama tidak beroperasi, kapal menjalani sejumlah perawatan mulai fisik hingga mesin.
kapal Cepat Express Bahari ini usai menjalani docking pada November 2025 lalu, dan langsung beroperasi melayani perjalanan libur panjang Natal 2025 dan tahun baru 2026 dengan membawa penumpang rata-rata per hari hingga 100 orang.
Dalam kondisi cuaca normal, Kapal Express Bahari ini hanya membutuhkan waktu tempuh 2 hingga 2,5 jam dengan harga tiket sebesar Rp 250.000 untuk kelas Eksekutif dan Rp 270.000 untuk kelas VIP.
(auh/abq)







