Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Cuaca Buruk, Pelabuhan Ketapang Dua Kali Tutup dalam Sehari, BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi

cuaca-buruk,-pelabuhan-ketapang-dua-kali-tutup-dalam-sehari,-bmkg-keluarkan-peringatan-gelombang-tinggi
Cuaca Buruk, Pelabuhan Ketapang Dua Kali Tutup dalam Sehari, BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, sempat mengalami gangguan serius akibat cuaca buruk.

Dalam satu hari, Kamis (8/1), layanan penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk dua kali dihentikan sementara menyusul hujan lebat, badai, dan jarak pandang terbatas di kawasan pelabuhan serta perairan Selat Bali.

Kepala Satuan Pelayanan (Korsatpel) BPTD Wilker Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, mengatakan penundaan pertama dilakukan pada pukul 14.28 WIB. Saat itu, kondisi cuaca maritim dinilai tidak aman untuk aktivitas pelayaran.

“Keselamatan menjadi prioritas utama. Penundaan dilakukan karena hujan lebat yang menyebabkan jarak pandang terbatas,” ujar Bayu.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas, hembusan angin dari arah barat daya tercatat mencapai 20 knot.

Sementara itu, ketinggian gelombang berada di kisaran 0,2 hingga 0,6 meter, dengan arus laut mengarah ke selatan berkecepatan hingga 2,56 meter per detik. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi keselamatan kapal dan penumpang.

Setelah cuaca berangsur membaik dan jarak pandang kembali normal, pelayanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk sempat dibuka kembali pada pukul 15.00 WIB.

Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Sekitar pukul 16.05 WIB, pelabuhan kembali ditutup akibat hujan lebat disertai badai.

“Selain hujan lebat, visibilitas nahkoda dilaporkan kurang dari 500 meter, sehingga penyeberangan kembali kami hentikan,” jelas Bayu.

Pantauan di lapangan menunjukkan hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hampir seluruh wilayah Banyuwangi, mulai dari kawasan perkotaan hingga perairan utara.

Kabut juga tampak menyelimuti perairan di sekitar Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Tanjungwangi, menyebabkan jarak pandang semakin terbatas.

Bayu menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran.

“Jika ke depan kondisi pelabuhan kembali dinilai berbahaya bagi penyeberangan, maka penundaan pelayanan akan kembali diberlakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, BMKG Banyuwangi mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Banyuwangi untuk beberapa hari ke depan, terhitung mulai 8 hingga 11 Januari 2026.


Page 2

Dalam prakiraannya, BMKG menyebut sebagian perairan Banyuwangi berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian maksimal mencapai 4 meter.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Yustoto, menjelaskan bahwa gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di wilayah Selat Bali bagian selatan.

Sementara itu, gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di perairan Banyuwangi bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.

Meski demikian, Yustoto memastikan bahwa kondisi gelombang di jalur utama penyeberangan Selat Bali yang menghubungkan Jawa dan Bali masih relatif aman.

“Ketinggian gelombang di Selat Bali berada di kisaran 0,2 meter hingga 0,6 meter, sehingga masih dalam batas aman untuk penyeberangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, potensi gelombang sedang hingga tinggi di sebagian wilayah perairan Banyuwangi dipengaruhi oleh pola tekanan udara yang belum stabil, terutama akibat perbedaan tekanan udara di kawasan Samudra Hindia bagian selatan.

Kondisi ini turut memicu peningkatan kecepatan angin dan pembentukan gelombang yang lebih tinggi.

BMKG pun mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa kelautan di perairan selatan Banyuwangi, untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Mengingat masih musim hujan, nelayan diimbau tetap waspada. Pada malam hari berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang, dengan kecepatan angin maksimum mencapai sekitar 24 knot, sehingga angin terbilang cukup kencang di perairan selatan,” pungkas Yustoto. (fre)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, sempat mengalami gangguan serius akibat cuaca buruk.

Dalam satu hari, Kamis (8/1), layanan penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk dua kali dihentikan sementara menyusul hujan lebat, badai, dan jarak pandang terbatas di kawasan pelabuhan serta perairan Selat Bali.

Kepala Satuan Pelayanan (Korsatpel) BPTD Wilker Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, mengatakan penundaan pertama dilakukan pada pukul 14.28 WIB. Saat itu, kondisi cuaca maritim dinilai tidak aman untuk aktivitas pelayaran.

“Keselamatan menjadi prioritas utama. Penundaan dilakukan karena hujan lebat yang menyebabkan jarak pandang terbatas,” ujar Bayu.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas, hembusan angin dari arah barat daya tercatat mencapai 20 knot.

Sementara itu, ketinggian gelombang berada di kisaran 0,2 hingga 0,6 meter, dengan arus laut mengarah ke selatan berkecepatan hingga 2,56 meter per detik. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi keselamatan kapal dan penumpang.

Setelah cuaca berangsur membaik dan jarak pandang kembali normal, pelayanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk sempat dibuka kembali pada pukul 15.00 WIB.

Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Sekitar pukul 16.05 WIB, pelabuhan kembali ditutup akibat hujan lebat disertai badai.

“Selain hujan lebat, visibilitas nahkoda dilaporkan kurang dari 500 meter, sehingga penyeberangan kembali kami hentikan,” jelas Bayu.

Pantauan di lapangan menunjukkan hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hampir seluruh wilayah Banyuwangi, mulai dari kawasan perkotaan hingga perairan utara.

Kabut juga tampak menyelimuti perairan di sekitar Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Tanjungwangi, menyebabkan jarak pandang semakin terbatas.

Bayu menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran.

“Jika ke depan kondisi pelabuhan kembali dinilai berbahaya bagi penyeberangan, maka penundaan pelayanan akan kembali diberlakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, BMKG Banyuwangi mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Banyuwangi untuk beberapa hari ke depan, terhitung mulai 8 hingga 11 Januari 2026.