Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Libur Tahun Baru Bikin Lumpuh, Jalan Raya Sempu Banyuwangi Macet 3 Kilometer, Wisata Gerbang Raung Jadi Biang Kerok – Radar Banyuwangi

libur-tahun-baru-bikin-lumpuh,-jalan-raya-sempu-banyuwangi-macet-3-kilometer,-wisata-gerbang-raung-jadi-biang-kerok-–-radar-banyuwangi
Libur Tahun Baru Bikin Lumpuh, Jalan Raya Sempu Banyuwangi Macet 3 Kilometer, Wisata Gerbang Raung Jadi Biang Kerok – Radar Banyuwangi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Arus lalu lintas di jalan raya Kecamatan Sempu, Banyuwangi, macet parah, Kamis (1/1). Kendaraan mengular hingga sejauh kurang lebih tiga kilometer (km).

Kendaraan roda empat tampak mendominasi. Penumpukan kendaraan terjadi mulai kawasan Pasar Rakyat Dusun Panjen, Desa Jambewangi; depan Stasiun Kalisetail; hingga Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Sempu.

Kondisi tidak biasa itu terjadi lantaran meningkatkatnya volume kendaraan yang melintas di jalan utama menuju sejumlah tempat wisata tersebut.

Salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi adalah Wisata Gerbang Raung di Dusun Krajan, Desa Jambewangi.

“Tadi pagi (kemarin) sampai sebelum duhur jalanan macet . Antrean mobil sangat panjang,” kata Andi Santoso, 35, warga Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng.

Andi menyebut, simpul kemacetan panjang terjadi di simpang tiga ke arah Desa Kaligondo dan ke Dusun Panjen, Desa Jambewangi. Kemacetan juga bertambah parah saat ada kereta tiba di stasiun.

“Banyak kendaraan parkir di pinggir jalan karena menunggu penumpang yang turun di Stasiun kalisetail,” kata pria yang bekerja sebagai sopir taksi daring (online) tersebut.

Ia mengaku terjebak dalam kemacetan saat mengantar rombongan keluarga menuju Wisata Gerbang Raung.

Saat itu, banyak mobil pribadi harus antre panjang saat sampai di pintu masuk destinasi wisata tersebut.

“Di area stasiun macet, di dekat Gerbang Raung macet juga. Untuk bisa sampai jalan besar saya terjebak dua jam. Padahal normalnya 15 menit sudah sampai,” ucapnya.

Kemacetan yang terjadi di beberapa titik tersebut bahkan membuat tidak sedikit wisatawan akhirnya putar balik.

Mereka berhenti di pinggir jalan dan memutuskan mencari alternatif tempat wisata lain.

“Macetnya parah, sampai tidak bisa bergerak. Ini kami mau ke tempat wisata di Jambewangi,” kata Trias Lilia, 32, wisatawan asal Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari.

Tidak hanya di wilayah tersebut. Kemacetan juga terjadi Desa Temuguruh dan Desa Gendoh, Kecamatan Sempu.


Page 2

Arus lalin di jalan itu padat merayap. Kendaraan roda dua dan empat menumpuk di jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Genteng dengan Kecamatan Songgon, Singojuruh, dan Rogojampi itu.

“Pengguna jalan memang meningkat. Mungkin mau ke tempat wisata atau mau silaturahmi ke saudara,” kata Sandeno, 46, salah satu pengatur jalan di Desa Gendoh.

Kemacetan terjadi di jalan simpang tiga Dusun Klontang, Desa Gendoh, tepatnya sebelah timur Pasar Rakyat Gendoh.

“Di pertigaan ini sering terjadi macet, karena jalannya sempit dan banyak mobil yang papasan ke arah Songgon,” katanya.

Tak jarang, kata dia, kepadatan kendaraan itu mengular hingga Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dusun Klontang, terutama pada pagi hingga siang.

“Kemacetan biasanya terjadi pukul 09.00 sampai duhur, setelah itu volume kendaraan sudah berkurang,” ungkapnya.

Kapolsek Sempu, AKP Satrio Wibowo mengaku menurunkan sejumlah personelnya untuk mengamankan arus lalu lintas.

“Anggota, khususnya Bhabinkamtibmas saya minta turun mengatur arus lalin agar kemacetan terurai. Selain itu kami juga intensifkan patroli di lokasi wisata,” pungkasnya. (sas/sgt)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Arus lalu lintas di jalan raya Kecamatan Sempu, Banyuwangi, macet parah, Kamis (1/1). Kendaraan mengular hingga sejauh kurang lebih tiga kilometer (km).

Kendaraan roda empat tampak mendominasi. Penumpukan kendaraan terjadi mulai kawasan Pasar Rakyat Dusun Panjen, Desa Jambewangi; depan Stasiun Kalisetail; hingga Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Sempu.

Kondisi tidak biasa itu terjadi lantaran meningkatkatnya volume kendaraan yang melintas di jalan utama menuju sejumlah tempat wisata tersebut.

Salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi adalah Wisata Gerbang Raung di Dusun Krajan, Desa Jambewangi.

“Tadi pagi (kemarin) sampai sebelum duhur jalanan macet . Antrean mobil sangat panjang,” kata Andi Santoso, 35, warga Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng.

Andi menyebut, simpul kemacetan panjang terjadi di simpang tiga ke arah Desa Kaligondo dan ke Dusun Panjen, Desa Jambewangi. Kemacetan juga bertambah parah saat ada kereta tiba di stasiun.

“Banyak kendaraan parkir di pinggir jalan karena menunggu penumpang yang turun di Stasiun kalisetail,” kata pria yang bekerja sebagai sopir taksi daring (online) tersebut.

Ia mengaku terjebak dalam kemacetan saat mengantar rombongan keluarga menuju Wisata Gerbang Raung.

Saat itu, banyak mobil pribadi harus antre panjang saat sampai di pintu masuk destinasi wisata tersebut.

“Di area stasiun macet, di dekat Gerbang Raung macet juga. Untuk bisa sampai jalan besar saya terjebak dua jam. Padahal normalnya 15 menit sudah sampai,” ucapnya.

Kemacetan yang terjadi di beberapa titik tersebut bahkan membuat tidak sedikit wisatawan akhirnya putar balik.

Mereka berhenti di pinggir jalan dan memutuskan mencari alternatif tempat wisata lain.

“Macetnya parah, sampai tidak bisa bergerak. Ini kami mau ke tempat wisata di Jambewangi,” kata Trias Lilia, 32, wisatawan asal Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari.

Tidak hanya di wilayah tersebut. Kemacetan juga terjadi Desa Temuguruh dan Desa Gendoh, Kecamatan Sempu.