Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Prosiwangi Dilanjutkan 2026, Kades Watukebo Tolak Trase Sawah dan Usulkan Lewat Lahan Perhutani

tol-prosiwangi-dilanjutkan-2026,-kades-watukebo-tolak-trase-sawah-dan-usulkan-lewat-lahan-perhutani
Tol Prosiwangi Dilanjutkan 2026, Kades Watukebo Tolak Trase Sawah dan Usulkan Lewat Lahan Perhutani

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proyek jalan tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) dipastikan kembali dilanjutkan pada tahun depan.

Banyuwangi menjadi salah satu prioritas lanjutan pembangunan tol tersebut, seiring perannya sebagai gerbang wisata utama menuju Bali.

Salah satu titik awal trase tol Prosiwangi di wilayah Banyuwangi direncanakan melintas di Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo.

Namun hingga kini, belum ada aktivitas pembangunan fisik di desa tersebut. Pemerintah masih berada pada tahap penetapan jalur dan persiapan lanjutan proyek.

Kepala Desa Watukebo, Maimun, mengatakan bahwa sampai saat ini pihak desa belum menerima informasi detail terkait progres pembangunan tol.

Meski demikian, ia membenarkan bahwa trase jalur tol sudah ditetapkan, termasuk titik-titik lahan yang akan terdampak.

“Untuk progres pembangunan belum ada. Tapi trase jalur sudah ditentukan,” ujar Maimun saat ditemui beberapa waktu lalu.

Maimun menyebutkan, sebagian besar trase yang ditetapkan justru melintasi lahan persawahan produktif milik warga.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius di tingkat desa, mengingat sawah menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

“Kalau bisa jangan melewati area persawahan,” tegasnya.

Sebagai kepala desa, Maimun mengaku belum sepakat dengan penentuan jalur tersebut.

Ia menilai, pembangunan infrastruktur memang penting, namun tetap harus mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi warga desa agar tidak kehilangan mata pencaharian setelah proyek rampung.

Menurut Maimun, sebenarnya terdapat opsi jalur alternatif yang bisa dipertimbangkan.

Yakni mengalihkan trase tol ke wilayah sebelah barat area persawahan, yang sebagian besar merupakan lahan milik Perhutani.


Page 2


Page 3

“Kalau bisa lewat lahan Perhutani saja. Lebih aman dan masyarakat tetap bisa mempertahankan sawahnya,” ujarnya.

Ia menilai penggunaan lahan Perhutani akan meminimalkan dampak sosial-ekonomi, sekaligus menjaga ketahanan pangan desa.

Dengan demikian, pembangunan tol tidak mengorbankan sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga Watukebo.

Berdasarkan data di tingkat desa, terdapat sekitar 87 kepala keluarga (KK) yang tanahnya masuk dalam penetapan lokasi (penlok) proyek tol Prosiwangi.

Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh warga telah menyatakan persetujuan terhadap jalur yang saat ini ditetapkan.

Meski demikian, Maimun menilai persetujuan tersebut belum sepenuhnya dilandasi pemahaman yang utuh.

Ia menekankan pentingnya sosialisasi lanjutan dari pemerintah agar warga benar-benar mengetahui dampak jangka panjang pembangunan tol.

“Warga mau-mau saja, mereka sepakat dengan jalur yang sekarang. Tapi banyak yang belum paham bagaimana kelanjutannya nanti, terutama soal mata pencaharian setelah sawahnya hilang,” tandasnya.

Sementara itu, kepastian kelanjutan proyek tol Prosiwangi ditegaskan oleh Anggota Komisi V DPR RI asal Banyuwangi, Sumail Abdullah.

Ia memastikan bahwa ruas tol yang saat ini berhenti di wilayah Besuki, Situbondo, akan kembali dilanjutkan hingga Banyuwangi mulai tahun depan.

Menurut Sumail, pemerintah pusat saat ini masih melakukan penjajakan kerja sama dengan pihak swasta untuk melanjutkan proyek strategis nasional tersebut.

“Tol Prosiwangi akan dilanjutkan. Pemerintah sedang mencari investor atau mitra swasta. Banyuwangi tetap menjadi prioritas,” ujar Sumail beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, posisi Banyuwangi yang kini berkembang pesat sebagai destinasi wisata utama sebelum Bali menjadi alasan kuat kelanjutan proyek tol tersebut.

Infrastruktur jalan tol diharapkan mampu mempercepat konektivitas, mendukung pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan tapal kuda dan ujung timur Jawa Timur.

“Tahun depan pembangunan akan dilanjutkan,” pungkasnya.