Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Prosiwangi Buka Akses Wisata Bali–Jogja, Madiun Berpeluang Jadi Kota Singgah Favorit Baru

tol-prosiwangi-buka-akses-wisata-bali–jogja,-madiun-berpeluang-jadi-kota-singgah-favorit-baru
Tol Prosiwangi Buka Akses Wisata Bali–Jogja, Madiun Berpeluang Jadi Kota Singgah Favorit Baru

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Arus pergerakan wisatawan dari Jogjakarta menuju Bali dan sebaliknya telah menjadi denyut utama pariwisata nasional selama puluhan tahun.

Rute primadona ini kian populer seiring beroperasinya jalan tol Trans Jawa, yang memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan darat antarwilayah.

Namun, di balik jalur wisata klasik tersebut, muncul kebutuhan akan kota penghubung atau titik singgah strategis. Salah satu kota yang kini mencuat dan mulai dilirik adalah Kota Madiun.

Didukung akses tol yang semakin memadai serta wajah kota yang terus berbenah, Madiun perlahan beranjak menjadi primadona wisata baru di Jawa Timur bagian barat.

Kota yang dikenal dengan julukan Madiun Kota Pendekar itu kini tak kalah gemerlap dibanding kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa.

Transformasi wajah kota terlihat nyata melalui revitalisasi kawasan sekitar Kantor Balai Kota Madiun.

Kawasan tersebut menjelma menjadi magnet wisata malam yang penuh warna.

Beragam taman tematik, air mancur menari, hingga instalasi cahaya interaktif menghiasi sudut-sudut kota, menarik ribuan pengunjung dari daerah sekitar, terutama setiap akhir pekan.

Pengunjung yang datang disambut taman lampion, zona kuliner kekinian, serta berbagai atraksi seni dan budaya yang rutin digelar.

Konsep wisata urban tersebut menjadi bagian dari inovasi tata kota yang digagas pemerintah setempat dalam rangka memperkuat identitas dan daya tarik Madiun sebagai kota tujuan wisata.

Meski demikian, potensi wisata Madiun belum sepenuhnya tereksplor oleh wisatawan dari wilayah timur Pulau Jawa, khususnya dari Banyuwangi dan Bali.

Padahal, dalam beberapa tahun ke depan, peluang itu diprediksi bakal terbuka lebar.

Kuncinya ada pada penyelesaian Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) yang akan menghubungkan Pelabuhan Ketapang secara langsung dengan jaringan tol Trans Jawa.

Jika tol tersebut rampung sepenuhnya, wisatawan domestik dari Bali dan Banyuwangi dapat menjangkau Madiun lewat perjalanan darat yang lebih nyaman dan jauh lebih singkat.


Page 2

“Dulu, wisatawan dari Bali atau Banyuwangi harus melewati jalur padat dan sempit via Situbondo dan Probolinggo untuk menuju Madiun. Andai nanti Tol Prosiwangi tembus sampai Ketapang, akses ke Madiun akan jauh lebih cepat,” ujar Rahman BS, pengamat wisata domestik asal Kalilo, Banyuwangi.

Menurutnya, keberadaan tol tersebut bukan sekadar mempercepat konektivitas, tetapi juga membuka jalur wisata baru yang menghubungkan Bali, Banyuwangi, Jember, Madiun, hingga berlanjut ke Jogja.

Efek domino bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah diyakini akan sangat signifikan.

Saat ini, proyek Tol Prosiwangi masih terus berlangsung, salah satunya di kawasan exit Besuki, Kabupaten Situbondo.

Proyek ini menjadi harapan besar bagi industri pariwisata di wilayah ujung barat hingga pojok wetan Jawa Timur.

Jika tol Prosiwangi benar-benar tersambung 100 persen, skenario perjalanan wisata lintas daerah bukan lagi angan-angan.

“Bayangkan, wisatawan dari Bali pagi hari menyeberang ke Banyuwangi, masuk tol, dan malam harinya sudah bisa menikmati pertunjukan air mancur dengan replika patung merlion di Madiun,” ujar Rahman.

Dengan infrastruktur yang terus dikebut dan wajah kota yang makin bersolek, Madiun berpeluang besar menjadi kota singgah favorit baru dalam peta pariwisata nasional.

Sebuah simpul strategis yang menghubungkan Bali–Banyuwangi–Jogja, sekaligus menawarkan pengalaman wisata urban yang berbeda di jalur Trans Jawa. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Arus pergerakan wisatawan dari Jogjakarta menuju Bali dan sebaliknya telah menjadi denyut utama pariwisata nasional selama puluhan tahun.

Rute primadona ini kian populer seiring beroperasinya jalan tol Trans Jawa, yang memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan darat antarwilayah.

Namun, di balik jalur wisata klasik tersebut, muncul kebutuhan akan kota penghubung atau titik singgah strategis. Salah satu kota yang kini mencuat dan mulai dilirik adalah Kota Madiun.

Didukung akses tol yang semakin memadai serta wajah kota yang terus berbenah, Madiun perlahan beranjak menjadi primadona wisata baru di Jawa Timur bagian barat.

Kota yang dikenal dengan julukan Madiun Kota Pendekar itu kini tak kalah gemerlap dibanding kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa.

Transformasi wajah kota terlihat nyata melalui revitalisasi kawasan sekitar Kantor Balai Kota Madiun.

Kawasan tersebut menjelma menjadi magnet wisata malam yang penuh warna.

Beragam taman tematik, air mancur menari, hingga instalasi cahaya interaktif menghiasi sudut-sudut kota, menarik ribuan pengunjung dari daerah sekitar, terutama setiap akhir pekan.

Pengunjung yang datang disambut taman lampion, zona kuliner kekinian, serta berbagai atraksi seni dan budaya yang rutin digelar.

Konsep wisata urban tersebut menjadi bagian dari inovasi tata kota yang digagas pemerintah setempat dalam rangka memperkuat identitas dan daya tarik Madiun sebagai kota tujuan wisata.

Meski demikian, potensi wisata Madiun belum sepenuhnya tereksplor oleh wisatawan dari wilayah timur Pulau Jawa, khususnya dari Banyuwangi dan Bali.

Padahal, dalam beberapa tahun ke depan, peluang itu diprediksi bakal terbuka lebar.

Kuncinya ada pada penyelesaian Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) yang akan menghubungkan Pelabuhan Ketapang secara langsung dengan jaringan tol Trans Jawa.

Jika tol tersebut rampung sepenuhnya, wisatawan domestik dari Bali dan Banyuwangi dapat menjangkau Madiun lewat perjalanan darat yang lebih nyaman dan jauh lebih singkat.