sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan penyelesaian negosiasi utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dengan pihak China dapat tuntas pada kuartal I-2026.
Kepastian ini disampaikan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di sela acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta.
Menurut Dony, proses negosiasi akan dilakukan setelah koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, termasuk agenda keberangkatan ke China.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena proses penyelesaian utang ditargetkan segera rampung.
Danantara saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia terkait mekanisme pembayaran utang yang nilainya sekitar Rp1,2 triliun per tahun.
Skema terakhir restrukturisasi keuangan disebut masih menggunakan pola 50:50, sehingga beban tidak sepenuhnya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pembahasan lanjutan masih menunggu arahan dari Istana.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya menyebut sumber pembayaran utang berasal dari APBN dan kini dalam tahap finalisasi teknis.
Proyek kereta cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta dan Bandung dinilai memberikan dampak ekonomi berkelanjutan dan mampu beroperasi secara sustain.
Permasalahan utama, menurut Dony, terletak pada struktur investasi awal yang relatif kecil sehingga beban utang membesar saat pembangunan.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran menteri untuk mencari skema terbaik dalam menyelesaikan utang proyek ini, termasuk mempertimbangkan berbagai opsi dan skenario paling optimal bagi keuangan negara.








