BANYUWANGI, KOMPAS.com – Sebuah dump truk putih dengan nomor polisi P 8005 UV terguling di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (3/12/2025). Insiden ini bermula saat truk tersebut dibawa kabur oleh seorang pria tak dikenal yang diduga mengalami gangguan jiwa.
Peristiwa unik sekaligus mencekam ini diawali ketika pelaku naik tanpa izin ke bak belakang truk yang dikendarai oleh Agung Widodo (22). Saat itu, truk bermuatan batu rejeng tersebut tengah dalam perjalanan dari Kecamatan Rogojampi menuju Pesanggaran.
“Saat korban berada bersama rombongan pekerja di mobil dump truck, rombongan dari korban menelepon korban untuk memberitahukan bahwa terduga pelaku naik ke bak belakang sambil berjoget,” kata Kapolsek Pesanggaran AKP Maskur, Sabtu.
Baca juga: Kronologi Ekskavator Lepas di Tanjakan Mengker Jonggol, 8 Kendaraan Ringsek
Aksi Nekat Rebut Kemudi
Sopir truk, Agung, sempat berusaha menurunkan pria tersebut saat menyadari kehadirannya. Namun, pelaku justru melawan dengan mengambil batu dan hendak melempar sopir. Memanfaatkan momen saat sopir menghindar, pelaku langsung turun dari bak dan merangsek masuk ke ruang kemudi untuk mengambil alih truk.
Pelaku kemudian tancap gas melarikan diri ke arah jalur Rowo Jambe dekat area PT BSI. Korban bersama rekan-rekannya pun melakukan pengejaran secara intensif.
“Pelaku kemudian melarikan diri. Sementara akibat kejadian tersebut, korban berupaya mengejar mobil hingga tikungan Rowo Jambe dekat PT BSI,” ujar Maskur.
Terguling dan Nyaris Dihakimi Massa
Aksi pelarian itu terhenti saat ban belakang dump truk pecah, membuat laju kendaraan tidak stabil hingga akhirnya kecelakaan tunggal dan terguling di tepi jalan. Warga sekitar yang mengetahui bahwa truk tersebut adalah hasil curian segera mengepung lokasi.
Menyadari dirinya terdesak, pelaku sempat mengunci pintu truk rapat-rapat dari dalam untuk menghindari amukan massa yang mulai emosi. Beruntung, aparat kepolisian segera tiba di lokasi sebelum warga melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Warga berupaya mengeksekusi pelaku, dan pihak kepolisian mengamankan terduga pelaku, selanjutnya dibawa ke Polsek Pesanggaran untuk dilakukan pemeriksaan,” terang Maskur.
Diduga Alami Gangguan Jiwa
Akibat kejadian ini, pemilik truk mengalami kerugian material sekitar Rp 15 juta karena kerusakan pada kaca depan, bak belakang, serta tiga ban yang pecah.
Terkait identitas pelaku, polisi mengaku mengalami kendala karena pria tersebut tidak membawa identitas dan sulit berkomunikasi.
“Untuk tersangka, masih dalam penyelidikan dan sedang koordinasi dengan dinas sosial dikarenakan terduga pelaku tersebut diduga mengalami gangguan jiwa,” tandas Maskur.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang







