sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Malam itu seharusnya berjalan seperti biasa di Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Jalan raya utama Banyuwangi–Situbondo masih ramai oleh lalu lalang truk besar. Namun, Rabu malam, 4 Februari 2026, justru menjadi malam terakhir bagi Yoseph Bahtiar Irawan (46).
Pria yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tulang punggung keluarga itu meregang nyawa setelah menjadi korban pengeroyokan brutal sekelompok anak punk.
Sebuah tragedi yang menyisakan luka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga warga sekitar yang menyaksikan kekerasan itu terjadi di depan mata.
Berawal dari Teguran di Depan Rumah
Menurut penuturan adik korban, Trias Oktania, peristiwa berdarah itu bermula dari hal yang sepele.
Sekitar pukul 21.00 WIB, tiga anak punk berhenti di depan rumah Yoseph yang berada tepat di tepi jalur nasional Banyuwangi–Situbondo.
Mereka mengamen, menghentikan kendaraan, hingga membuat suara klakson truk bersahut-sahutan. Kebisingan itu membuat Yoseph merasa terganggu.
“Awalnya ada tiga anak punk mengamen di rumah kakak saya. Sepertinya terjadi cekcok mulut, lalu mereka lari,” tutur Oktania, suaranya masih bergetar mengenang kejadian itu.
Teguran Yoseph rupanya tak diterima dengan baik. Adu mulut tak terhindarkan. Ketiga anak punk itu kemudian berlari ke arah selatan. Dalam kondisi emosi, Yoseph mengejar mereka.
Tak Menyangka Berujung Maut
Jarak kejar-kejaran itu lebih dari 100 meter. Yoseph tak pernah menyangka, pelariannya justru membawanya ke sebuah titik gelap di pinggir jalan raya, tempat belasan anak punk lainnya sudah berkumpul.
Di sanalah mimpi buruk itu dimulai.
Korban langsung dikeroyok secara membabi buta. Pukulan datang dari berbagai arah. Menurut kesaksian warga, jumlah pelaku diperkirakan 10 hingga 15 orang.
“Ada sekitar 10 sampai 15 orang anak punk. Kakak saya dipukuli sampai terkapar,” ujar Oktania lirih.
Yoseph terjatuh di pinggir jalan. Tubuhnya tak lagi berdaya. Darah mengalir dari kepala dan wajahnya.
Page 2
Page 3
Yang membuat peristiwa ini terasa begitu kejam, para pelaku tak hanya meninggalkan korban begitu saja. Sejumlah warga yang melintas sempat melihat aksi mengejek yang dilakukan para anak punk tersebut.
Mereka pergi menumpang truk yang melintas ke arah Situbondo. Dari atas kendaraan, beberapa di antaranya mengacungkan jari tengah, seolah merayakan kekerasan yang baru saja mereka lakukan.
“Setelah memukuli, mereka pergi sambil kayak merayakan di atas truk towing,” kata Oktania, Jumat (6/2/2026).
Sementara itu, Yoseph tergeletak tak bergerak di pinggir jalan, ditemani gelap malam dan suara kendaraan yang terus melintas.
Istri Yoseph yang mendapat kabar segera menyusul ke lokasi. Namun, saat tiba, sang suami sudah dalam kondisi kritis.
Warga kemudian berinisiatif mengevakuasi korban ke RSUD Blambangan Banyuwangi. Kondisinya sangat memprihatinkan.
“Banyak luka di bagian kepala, hidungnya penyok, dan sempat muntah-muntah. Saat dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah tidak sadar,” ungkap Oktania.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis sekitar satu jam. Namun, takdir berkata lain. Yoseph Bahtiar Irawan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Pergi Meninggalkan Istri dan Anak Kelas V SD
Kepergian Yoseph menyisakan duka mendalam. Ia dikenal sebagai tulang punggung keluarga, pekerja keras yang menghidupi istri dan seorang anak yang kini masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.
“Sekarang keluarga masih syok. Anak dan istrinya sangat terpukul,” ujar Oktania.
Di rumah duka, suasana haru menyelimuti keluarga. Tangis pecah setiap kali nama Yoseph disebut. Sosok ayah yang setiap pagi berpamitan kerja itu, kini tak akan pernah pulang lagi.
15 Anak Punk Diamankan, Dua Jadi Tersangka
Polisi bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini. Sebanyak 15 anak punk berhasil diamankan. Dari jumlah tersebut, dua orang ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing berinisial CJ (17) dan LW (19).
Wakasatreskrim Polresta Banyuwangi AKP Didik Hariono mengatakan, saat kejadian terdapat 18 anak punk di lokasi. Namun, hanya lima orang yang teridentifikasi melakukan pemukulan langsung.
“Korban mengalami luka di bagian kepala dan saat dibawa ke rumah sakit dinyatakan meninggal dunia,” kata Didik.
Polisi masih memburu tiga pelaku lainnya yang diduga terlibat aktif dalam pengeroyokan tersebut.






