Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Dari Anjlokan hingga Kebakaran, KAI Uji Kesiapan Petugas Jelang Lebaran

dari-anjlokan-hingga-kebakaran,-kai-uji-kesiapan-petugas-jelang-lebaran
Dari Anjlokan hingga Kebakaran, KAI Uji Kesiapan Petugas Jelang Lebaran

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026 yang diprediksi mengalami lonjakan signifikan jumlah pelanggan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengambil langkah strategis dengan menggelar Simulasi Tanggap Darurat.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya perusahaan dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia dan keandalan prosedur keselamatan operasional perkeretaapian.

Simulasi tersebut dilaksanakan di Stasiun Surabaya Pasarturi dan diikuti oleh seluruh jajaran petugas operasional KAI Daop 8 Surabaya.

Pelaksanaan kegiatan dirancang secara sistematis dan terukur guna mencerminkan kondisi darurat yang berpotensi terjadi saat tingginya mobilitas masyarakat pada periode Lebaran.

Simulasi Dimulai dengan Apel Kesiapan dan Safety Induction

Kegiatan simulasi diawali dengan apel kesiapan, dilanjutkan dengan pemberian safety induction, serta penyampaian arahan teknis pelaksanaan.

Tahapan awal ini bertujuan memastikan setiap peserta memahami peran, tanggung jawab, dan alur koordinasi selama simulasi berlangsung.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun kesamaan persepsi antarpersonel, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan komunikasi saat menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya.

Komitmen KAI Bangun Budaya Keselamatan

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa simulasi tanggap darurat merupakan wujud nyata komitmen KAI dalam membangun dan memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja, khususnya menjelang Angkutan Lebaran.

“Simulasi tanggap darurat ini kami laksanakan untuk memastikan seluruh petugas siap, sigap, dan terkoordinasi dalam menghadapi berbagai potensi kondisi darurat. Keselamatan merupakan prioritas utama KAI, terlebih pada masa Angkutan Lebaran dengan lonjakan volume perjalanan pelanggan,” ujar Mahendro.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keselamatan tidak hanya menjadi slogan, tetapi diterapkan melalui latihan rutin dan evaluasi berkelanjutan.

Empat Skenario Darurat Diuji di Lapangan

Dalam pelaksanaannya, KAI Daop 8 Surabaya menguji empat skenario utama, yaitu:

  • Penanganan anjlokan kereta
  • Penanganan kebakaran sarana
  • Evakuasi penumpang dan pegawai
  • Normalisasi jalur pascakejadian

Setiap skenario dirancang untuk mengukur kecepatan respons petugas, efektivitas komunikasi antarfungsi, serta kejelasan alur komando dan pembagian tugas di lapangan.

Melalui simulasi ini, potensi hambatan operasional dapat diidentifikasi lebih dini sebelum memasuki masa puncak Angkutan Lebaran.

Evaluasi Berkala untuk Layanan yang Lebih Andal

Mahendro menambahkan bahwa simulasi tanggap darurat yang dilakukan secara berkala berfungsi sebagai alat evaluasi penting dalam meningkatkan kesiapan organisasi.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026 yang diprediksi mengalami lonjakan signifikan jumlah pelanggan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengambil langkah strategis dengan menggelar Simulasi Tanggap Darurat.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya perusahaan dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia dan keandalan prosedur keselamatan operasional perkeretaapian.

Simulasi tersebut dilaksanakan di Stasiun Surabaya Pasarturi dan diikuti oleh seluruh jajaran petugas operasional KAI Daop 8 Surabaya.

Pelaksanaan kegiatan dirancang secara sistematis dan terukur guna mencerminkan kondisi darurat yang berpotensi terjadi saat tingginya mobilitas masyarakat pada periode Lebaran.

Simulasi Dimulai dengan Apel Kesiapan dan Safety Induction

Kegiatan simulasi diawali dengan apel kesiapan, dilanjutkan dengan pemberian safety induction, serta penyampaian arahan teknis pelaksanaan.

Tahapan awal ini bertujuan memastikan setiap peserta memahami peran, tanggung jawab, dan alur koordinasi selama simulasi berlangsung.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun kesamaan persepsi antarpersonel, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan komunikasi saat menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya.

Komitmen KAI Bangun Budaya Keselamatan

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa simulasi tanggap darurat merupakan wujud nyata komitmen KAI dalam membangun dan memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja, khususnya menjelang Angkutan Lebaran.

“Simulasi tanggap darurat ini kami laksanakan untuk memastikan seluruh petugas siap, sigap, dan terkoordinasi dalam menghadapi berbagai potensi kondisi darurat. Keselamatan merupakan prioritas utama KAI, terlebih pada masa Angkutan Lebaran dengan lonjakan volume perjalanan pelanggan,” ujar Mahendro.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keselamatan tidak hanya menjadi slogan, tetapi diterapkan melalui latihan rutin dan evaluasi berkelanjutan.

Empat Skenario Darurat Diuji di Lapangan

Dalam pelaksanaannya, KAI Daop 8 Surabaya menguji empat skenario utama, yaitu:

  • Penanganan anjlokan kereta
  • Penanganan kebakaran sarana
  • Evakuasi penumpang dan pegawai
  • Normalisasi jalur pascakejadian

Setiap skenario dirancang untuk mengukur kecepatan respons petugas, efektivitas komunikasi antarfungsi, serta kejelasan alur komando dan pembagian tugas di lapangan.

Melalui simulasi ini, potensi hambatan operasional dapat diidentifikasi lebih dini sebelum memasuki masa puncak Angkutan Lebaran.

Evaluasi Berkala untuk Layanan yang Lebih Andal

Mahendro menambahkan bahwa simulasi tanggap darurat yang dilakukan secara berkala berfungsi sebagai alat evaluasi penting dalam meningkatkan kesiapan organisasi.