sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Warga Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, digegerkan dengan kematian misterius sejumlah ternak domba milik warga.
Beberapa ekor domba ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan, terutama pada bagian perut yang robek hingga organ dalamnya keluar. Peristiwa ini memicu kekhawatiran para peternak di wilayah tersebut.
Dugaan sementara mengarah pada serangan kawanan anjing liar yang sedang memasuki musim kawin sehingga bersifat lebih agresif.
Delapan Domba Mati dalam Satu Malam
Insiden tersebut terjadi pada Jumat dini hari (6/3) saat sebagian warga tengah menjalankan sahur.
Secara total, tercatat delapan ekor domba milik warga ditemukan mati dalam kondisi yang hampir serupa.
Salah satu peternak yang terdampak adalah Suyitno. Ia mengaku kehilangan tiga ekor domba miliknya akibat kejadian tersebut.
“Kejadiannya sekitar pukul 03.00 atau waktu orang sedang sahur,” ujarnya.
Saat ditemukan, sebagian besar tubuh domba masih dalam kondisi utuh. Namun bagian perutnya robek dan organ dalamnya terburai keluar.
Kondisi inilah yang sempat membuat warga menduga adanya kejadian misterius.
Diduga Ulah Anjing Liar
Menanggapi kejadian tersebut, petugas dari Puskeswan Gambiran langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Kepala Puskeswan Gambiran Artha Guntur Wahana mengatakan bahwa setelah melakukan pengecekan di lapangan, kematian ternak tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh serangan anjing liar.
Page 2
Menurut Artha, beberapa daerah lain juga pernah mengalami kejadian serupa dengan pola yang hampir sama.
Dalam sebagian besar kasus, pelaku serangan adalah kawanan anjing liar.
Karena itu, para peternak diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan kandang ternak.
Peternak Diminta Perkuat Kandang
Sebagai langkah pencegahan, petugas menyarankan para peternak untuk memperkuat kandang ternak agar tidak mudah dimasuki hewan liar.
Selain itu, peternak juga diminta lebih sering mengecek kondisi kandang terutama pada malam hari.
“Perketat pengawasan di kandang ternak, rapatkan pagar kandang, dan sering mengecek kondisi ternak,” ujarnya.
Beberapa metode lain juga pernah diterapkan untuk mengurangi risiko serangan, salah satunya dengan memberi warna merah pada tubuh ternak sebagai upaya manipulasi visual terhadap anjing.
Peternak Diminta Tetap Waspada
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para peternak agar selalu waspada terhadap potensi serangan hewan liar, terutama saat musim kawin anjing.
Dengan pengamanan kandang yang lebih baik serta pengawasan rutin terhadap ternak, diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Sementara itu, warga berharap adanya langkah lanjutan dari pihak terkait untuk mengendalikan populasi anjing liar agar tidak mengancam keamanan ternak milik masyarakat. (sgt)
Page 3
“Memang benar beberapa domba milik peternak di Bangorejo mati dengan kondisi isi perut keluar. Kemungkinan besar pelakunya anjing liar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa di wilayah tersebut tidak ada warga yang diketahui memelihara anjing, sehingga besar kemungkinan serangan berasal dari anjing liar yang berkeliaran di sekitar area permukiman.
Musim Kawin Bikin Anjing Lebih Agresif
Menurut Artha, kejadian tersebut bisa terjadi karena saat ini memasuki musim kawin bagi anjing.
Pada periode tersebut, anjing cenderung menjadi lebih agresif dan memiliki naluri berburu yang lebih tinggi.
Akibatnya, hewan ternak yang berada di sekitar permukiman bisa menjadi sasaran serangan.
“Ketika musim kawin, anjing bisa menjadi sangat agresif. Kemungkinan besar anjing liar memangsa ternak yang berada di sekitar,” ujarnya.
Pola Serangan Anjing pada Ternak
Artha menjelaskan bahwa pola serangan anjing terhadap ternak biasanya dimulai dengan membunuh mangsanya terlebih dahulu.
Setelah itu, anjing akan memakan bagian tubuh yang paling lunak, seperti perut.
“Biasanya anjing akan membunuh dulu, lalu memakan bagian yang paling lunak seperti perut. Itu yang membuat kejadian ini terlihat misterius,” jelasnya.
Dalam beberapa kasus, kawanan anjing juga dapat menyerang lebih dari satu ternak secara bersamaan.
Hal ini terjadi karena sebelum anjing selesai memakan satu mangsa, ia bisa mendapatkan perlawanan dari hewan lain sehingga menyerang secara membabi buta.
Bukan Kasus Pertama
Peristiwa serupa ternyata bukan kali pertama terjadi di wilayah Banyuwangi.








